Sebuah kabar mengejutkan datang dari mantan ketua DPR Partai Golkar yaitu Ade Komarudin, dikabarkan jatuh di toilet kediamannya pada hari Rabu Pagi. Sehingga harus memanggil Kontraktor Partisi Toilet Cubicle / Kubikel Phenolic Premium (SNI) di sekitar lokasi kejadian. Politisi yang juga akrab disapa dengan Akom ini akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto yang berlokasi di Jakarta.

Viva Yoga Mauladi, selaku teman dari Ade Komarudin, membenarkan kabar tersebut saat berita ini diturunkan. Pria yang yang menjabat sebagai anggota Fraksi Partai Amanat Nasional ini menuturkan bahwa peristiwa tersebut diketahui oleh pembantu ade Komarudin terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia dibawa langsung ke RS pad untuk segera menjalani operasi otak.

Baca juga: Ade Komarudin: Kesehatan Lebih Penting Daripada Tawaran Posisi Strategis Oleh Golkar

Viva Yoga mengutarakan bahwa sampai saat ini tindakan medis masih dijalankan oleh pihak RSPAD kepada sahabatnya tersebut. Oleh karena itu, ia sendiri belum diperbolehkan untuk menjenguk Ade Komarudin. Namun jika telah selesai, hampir dipastikan Viva Yoga akan segera melihat kondisi sahabatnya untuk memberi semangat agar lekas pulih

Sumber:

Mobil salah seorang dari anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kota Bantul, Arni Tyas Palupi, apes terkena lemparan batu oleh sekelompok oknum yang tidak dikenal saat diparkir pada bagian depan Cafe Keong yang terletak di di daerah Bantul. Hingga saat berita diturunkan, polisi sendiri masih menyelidiki siapa dalang dan apa motif sebenarnya dari insiden tersebut.

Suami Arni Tyas Palupi, Heri Susanto menuturkan bahwa kejadian naas tersebut berlangsung pada pukul 02.30 WIB. Ia sendiri menceritakan bahwa saat itu bersama dengan istri dan anaknya sedang menghadiri acara kumpul bersama yang diselenggarakan oleh para petinggi Ormas sekitar Bantul. Heri Susanto serta istrinya merasa biasa dan tidak merasa was-was saat hadir dalam rapat pertemuan dengan berbagai masyarakat, meskipun acaranya berlangsung di cafe.

https://www.youtube.com/watch?v=nkdDYaN8rWc

Kala kejadian berlangsung, Heri Susanto melihat ada orang yang mengemudi sepeda motor yang berasal dari arah Imogiri menuju Manding sembari menggeber-geber gas. Mendengar keramaian tersebut, Heri dan lainnya terkejut bahkan ada yang sempat keluar karena adanya suara motor yang menabrak suatu benda.

Sesampainya dia masuk kembali ke cafe, kemudian melanjutkan rapat yang tertunda sementara. Heri baru saja menyadari bahwa mobilnya Honda Jazz kuning dengan nomor plat AB1681XY miliknya rusak di bagian kaca tempered, tepatnya sisi jendela kiri belakang. Batu yang masuk ke dalam jok mobil pun menjadi barang bukti. Kini kaca mobilnya sedang diperbaiki pada Jasa Kaca Tempered (Partisi Kaca, Shower Box, dsb) Bergaransi! terdekat.

Selepas itu, Heri segera melaporkan kejadian ini pada aparat berwajib. Pria yang juga menjabat sebagai ketua Laskar Perkasa atau organisasi sayap Golkar ini tidak tergesa-gesa dalam menyimpulkan apa modus pelaku perusakan tersebut. Heri dan istrinya sepakat menyerahkan kasus ini pada kepolisian agar diusut sampai tuntas.

Paidi, selaku Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar kota Bantul, sangat berharap kepada aparat kepolisian untuk mengungkap secara tuntas. Sebab jika tidak, maka hal ini akan meresahkan masyarakat yang akan keluar rumah. Paidi berasumsi bahwa kasus tersebut murni atas tindakan kriminal dan tidak terkait dengan partai politik manapun, apalagi jabatan Arni selaku anggota Dewan.

Baca juga: Posko Caleg Golkar Bekasi Dilempar Batu, Polisi Selidiki Laporan Pengrusakan!

Sekedar informasi, Arni diketahui telah menjadi politikus Golkar selama tiga periode dalam jabatan anggota DPRD. Lebih dari itu, Arni juga sebelumnya pernah memperoleh jabatan wakil ketua DPRD Bantul.

Komisaris Polisi Munawwar Syam, selaku Kapolsek Bantul, saat diwawancara mengatakan bahwa ia masih menyelidiki lebih dalam kasus tersebut. Sehingga ia sendiri masih belum bisa menerangkan detail terkait kasus pelemparan batu pada kaca mobil anggota dewan tersebut.

Sumber:

Para anggota kader partai Golongan Karya atau biasa disingkat dengan Golkar terus berupaya untuk meningkatkan elektabilitas ketua umumnya, ialah Airlangga Hartarto yang mengajukan diri untuk menjadi Wakil Presiden Joko Widodo.

Para relawan kader tersebut melakukan pemasangan atribut billboard untuk yang dipasangi pada beberapa jalan-jalan tertentu. Sehingga dengan demikian tamor yang dimiliki oleh ketua umum Golkar tersebut menjadi lebih meningkat dan berpotensi untuk terpilih menjadi Wakil Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

Baca juga: Gerakan Golkar Jokowi Siap Satukan Suara Menangkan Pilpres 2019

Sekretaris jenderal partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus saat di wawancara di Kantor DPD Golkar Jakarta, menuturkan bahwa saat ini sudah ada kurang lebih 300 billboard Coolzone Advertising | Jasa Pembuatan Media Promosi & Iklan yang bersifat co- branding antara Bapak Jokowi, kemudian ada pula wajah ketum Golkar yang disandingkan dengan calegnya sendiri.

https://www.youtube.com/watch?v=StOk2fOWIwU

Menurut beliau, faktor elektabilitas merupakan hal yang sangat penting apabila berambisi maju sebagai cawapres Jokowi. Oleh sebab itu Golkar pun meminta ketua DPD untuk terus memompa semangat relawan yang ada atau memunculkan bibit-bibit relawan baru untuk mendongkrak elektabilitas Airlangga Hartarto.

Memang para anggota dewan pimpinan daerah Partai Golkar telah membulatkan dukungan terhadap Airlangga Hartarto untuk maju sebagai bursa Calon Wakil Presiden Jokowi di pemilihan presiden 2019. Walau demikian, airlangga pribadi masih belum bersedia untuk mendeklarasikan diri dan menyatakan siap maju untuk menjadi Calon Wakil Presiden Jokowi karena tidak ingin terlalu terburu-buru dan terkesan mendahului kehendak Bapak Jokowi.

Sumber:

Ade Ruhandi selaku ketua DPD partai Golkar mengatakan bahwa setidaknya ada sejumlah masalah penting yang kini terjadi pada daftar pemilih tetap atau disingkat dengan DPT di Kabupaten wisata Bogor. Khususnya yang nantinya akan digunakan pada pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2019.

Beliau mengungkapkan bahwa masalah pertama yaitu adanya indikasi dari jumlah pemilih dalam DPT pemilu 2019 yang kian sedikit apabila dikomparasikan dengan jumlah dpshp pemilu 2019. Setidaknya ada 233 selisih pemilih.

Masalah kedua yaitu kurangnya angka pemilih perempuan pada DPT pemilu 2019 daripada jumlah pemilih perempuan pada dpshp pemilu 2019. Total ada 74 selisih pemilih. Begitu pula dengan ditambahnya pemilik perempuan pada sebuah daftar pemilih tambahan pada Pilkada serentak 2018, ada selisih jumlah sekitar 41.191 pemilih.

Ade berpendapat harusnya permasalahan tersebut di klarifikasi dari penyelenggara pemilu, terutama tentang penyebabnya. Apakah karena perubahan status, tercabut haknya, berpindah alamat ke luar daerah pemilihan dan sebagainya.

“Masalah di atas harusnya menjadi koreksi kita semua. Khususnya peserta pemilu sehingga muncullah tindakan dari pihak yang berkepentingan sesuai aturan perundang-undangan yang tengah berlaku” ujar Ade.

https://travelbos.id/