Presiden Suriah Bashar al-Assad mendesak Amerika Serikat (AS) berdialog langsung dengan pejuang Hamas dan Hezbollah untuk mencapai perdamaian Timur Tengah.
Desakan Assad diungkapkan saat diwawancarai televisi France 3. Dia menyambut kesediaan Washington mendengarkan pendapat Suriah sejak Presiden AS Barack Obama menjabat. Assad menegaskan siap membantu memediasi dialog AS dengan Hamas dan Hezbollah. Menurut Assad, sikap AS yang menganggap Hezbollah di Lebanon dan Hamas di Palestina sebagai gerakan teroris,serta tidak mengakui keberadaan mereka, merupakan tindakan yang kontraproduktif jika Gedung Putih menginginkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
”Saya kira permasalahan itu terjadi dengan pemerintahan (AS) sebelumnya,” tegas Assad, mengkritik mantan Presiden AS George W Bush. Assad menyambut keputusan Obama untuk mengirimkan banyak utusan untuk membuka dialog dengan Suriah. ”Saya rasa jika Anda ingin menyelesaikan masalah, Anda tidak dapat mengatakan, ‘Ini bagus dan ini buruk. Ini setan dan ini demokratis. Ini hak asasi manusia dan ini bukan politik’,” tuturnya. ”Politik itu saat Anda berkompromi dengan realitas.
Saat Anda bertemu kelompok-kelompok berpengaruh untuk mempengaruhi sikap mereka dengan cara positif atau negatif,” tegas Assad yang mendesak AS berunding dengan Iran dan berbagai kelompok milisi. Presiden Suriah menekankan, AS tidak dapat menghindari Hamas. ”Hamas memiliki pengaruh dan Anda tidak dapat mengabaikan mereka.
Anda tidak dapat mencapai perdamaian, sementara Hamas berada di luar proses perdamaian atau menentang proses perdamaian itu, demikian juga dengan Hezbollah,”paparnya. (sindo)
Silahkan posting komentar Anda