Jakarta. Pelatihan Satgas Brigade Untuk Kawal Golkar di Pilkada Serentak 2017. Pergelaran yang di lakukan olaeh Partai Golkar untuk latihan kesamaptaan dan bela negara bagi anggota Satgas Brigade Beringin Partai Golkar. Latihan tersebut dilakukan adalah untuk salah satu upaya Golkar mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak 2017.

Pelatihan Satgas Brigade Untuk Kawal Golkar di Pilkada Serentak 2017
Pelatihan Satgas Brigade Untuk Kawal Golkar di Pilkada Serentak 2017

Seperti yang di jelaskan oleh Ketua DPP bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai atau Golkar Yorrys Raweyai, pelatihan ini merupakan bagian dari proses pengkaderan di partai berlambang beringin tersebut. Yorrys melanjutkan, ada tiga jenjang kader di dalam Partai Golkar, yakni kader pratama, madya, dan utama.

“Pelatihan ini untuk kader madya. Fokus bangun kebersamaan dan bela negara, hingga menanamkan doktrin Golkar dan kesamaptaan,” ujar Yorrys kepada wartawan di Jakarta.

Ia menjelaskan, pihaknya akan membentuk Brigade Beringin di seluruh provinsi di Indonesia. Pembentukan brigade, kata Yorrys, untuk melindungi Golkar secara keseluruhan. Baik fisik, aset, hingga muruah dan wibawa partai.

“Kita akan bentuk sistem yang baik, dan punya organisasi sendiri,” ucap Yorrys.

Yorrys membeberkan, dalam pelaksaanan ini dalam pelatihan pertama, pihaknya fokus melatih 215 kader muda Golkar DKI Jakarta. Selanjutnya, tutur Yorrys, ratusan anggota Satgas Brigade Beringin ini akan diterjunkan saat Pilkada DKI Jakarta.

“Kebetulan DKI akan melakukan pilkada, mereka ini menjaga dan mengawasi seluruh TPS. Mereka bekerja untuk kepentingan partai dan kepentingan bangsa. Lebih khusus untuk kepentingan warga Jakarta,” tutup Yorrys.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Golkar Siapkan 120 Ribu Kader Untuk Ikut Aksi Kebangsaan. Kepastian Partai Golkar untuk penyelenggaraan dalam Aksi Kebangsaan Indonesia yang akan digelar di seputaran Jalan Sudirman – MH Thamrin, Jakarta, Minggu 4 Desember besok.

Golkar Siapkan 120 Ribu Kader Untuk Ikut Aksi Kebangsaan
Golkar Siapkan 120 Ribu Kader Untuk Ikut Aksi Kebangsaan

Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Golkar Yorrys Raweyai membenarkan, partainya sudah mengedarkan surat agar para kader ambil bagian di kegiatan tersebut.

“Iya benar (ada Aksi Kebangsaan Indonesia). Itu kan dibikin oleh partai-partai pendukung pemerintah,” ungkap Yorrys kepada Liputan6.com di Jakarta.

Yorrys menjelaskan, para kader partai pimpinan Setya Novanto ini akan turut hadir. Juga akan hadir pula ormas-prmas dan tokoh-tokoh agama.

Dalam surat DPP Partai Golkar tertanggal 29 November tersebut, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa I, berdasarkan arahan Ketua Umum Bidang PP Indonesia dan ditindaklanjuti oleh Rapat Koodinasi Internal Partai Golkar yang dihadiri oleh para Ketua DPD dan FPG di wilayah Jabodetabek, menyetujui ambil peran dalam rencana Aksi Kebangsaan Indonesia 4 Desember 2016 di seputaran Jalan Sudirman – MH Thamrin.

Tidak hanya itu, Golkar mengajak 120.000 kader dan simpatisan dari DKI Jakarta dan Jabar untuk ambil bagian di kegiatan tersebut.

Demikian tentang berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Konsolidasi Besar-besaran Golkar Untuk Kembalikan Setnov Sebagai Ketua DPR. Seperti yang dijelaskan oleh Yorrys Raweyai atau Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP Partai Golkar, ia mengatakan bahwa DPP Golkar saat ini tengah melakukan sosialisasi ke seluruh lapisan di internal untuk mengembalikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

Konsolidasi Besar-besaran Golkar Untuk Kembalikan Setnov Sebagai Ketum DPR
Konsolidasi Besar-besaran Golkar Untuk Kembalikan Setnov Sebagai Ketum DPR

“Kami harus jelaskan bahwa ada satu kejadian politik pada bulan Desember, itu keputusan DPP untuk menyelamatkan Golkar, maka dilakukan perubahan saja (Ketua DPR dari Novanto ke Ade Komarudin),” kata Yorrys seperti yang di lansir dari VIVA.co.id.

Ia menjelaskan pasca keluar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dilanjutkan putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang merehabilitasi nama Novanto, perlu ada rehabilitasi juga di internal partai. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi menyeluruh.

“Dia (Novanto) kan sebagai simbol. Ini kan perlu wibawa dan ini harus dituntaskan, harus disosialisasikan ke depan supaya tidak jadi batu sandungan ke depan dalam rangka konsolidasi Golkar. Sewaktu-waktu bisa diangkat lagi kan soal papa minta saham segala macam,” kata Yorrys.

Yorrys menjelaskan lagi, bahwa konsolidasi dan sosialisasi dilakukan DPP agar Golkar hingga tingkatan daerah punya persepsi yang sama soal pengembalian posisi Novanto menjadi Ketua DPR. Karena itu, sosialisasi ini langsung dilakukan DPP ke seluruh DPD tingkat I Golkar seluruh Indonesia. Tak hanya tingkatan DPD, DPP Golkar juga melakukan sosialisasi ke ormas yang berafiliasi dengan Golkar.

“Kalau lihat pertemuan semalam di Bali, mereka memahami. Yang penting kan kami harus jelaskan apa adanya tentang kronologi kenapa sampai terjadi begini, sehingga tidak multitafsir seakan Ade ini punya kesalahan makanya mesti diganti,” kata Yorrys.

Terlebihnya, Yorrys tidak bisa menjamin sosialisasi tersebut akan berjalan lancar. Tapi memang ada kerja demokrasi yang sedang dibangun. Apalagi Golkar bukan partai pribadi, tapi partai publik. Sehingga konsolidasi ini dilakukan mulai dari internal hingga eksternal dan secara vertikal maupun horizontal.

Sebelumnya, DPP Partai Golkar telah secara bulat dan aklamasi akan melakukan pergantian ketua DPR dari Ade Komarudin kembali kepada Setya Novanto. Terkait keputusan ini, Partai Golkar telah mengirim surat kepada Fraksi Golkar di DPR dan Pimpinan DPR.

Demikian Berita Golakr hari ini.

Sumber

Jakarta. Alasan Golkar Jadikan Setnov Ketua DPR Lagi. Seperti yang dijelaskan oleh Yorrys Raweyai atau Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP Partai Golkar, wacananya tersebut menjelaskan Setya Novanto atau Setnov kembali ke kursi Ketua DPR menggantikan Ade Komarudin bukan karena kinerjanya yang buruk. Melainkan, ini merupakan wibawa partai berlambang pohon beringin itu.

Alasan Golkar Jadikan Setnov Ketua DPR Lagi
Alasan Golkar Jadikan Setnov Ketua DPR Lagi

“Jadi bukan mengganti karena ada masalah, tapi mengembalikan yang kebetulan sekarang dia (Setya Novanto) ketum partai. Ini kan soal wibawa partai aja, Ade enggak ada salah apa-apa, ini soal etika dan wibawa partai,” ucap Yorrys Raweyai di Jakarta.

Dia menyebut kala itu mundurnya Setnov dari Ketua DPR karena kasus “Papa Minta Saham”. Sesuai dengan kesepakatan DPP Golkar, saat itu Novanto pun mundur dari Ketua DPR digantikan oleh Ade Komarudin yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di Parlemen.

“Nah proses yang berlangsung itu ada dua. Satu proses politik melalui Dewan Kehormatan DPR (MKD) dan proses hukum yang kemudian bulan Oktober keluar keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) bahwa dia (Novanto) tidak bersalah, juga dari MKD DPR,” ia memaparkan.

Kemudian, lanjut Yorrys, pada 8 November 2016, dalam agenda internal diwacanakan bahwa Novanto kembali menjadi Ketua DPR karena sekarang adalah Ketua Umum Partai Golkar.

“Nah, apakah kita kembalikan posisi Novanto seperti semula atau gimana, wacana itu berkembang kemudian, tadi kita putuskan dalam pleno. Sekarang tinggal bagaimana DPP maupun fraksi untuk melakukan lobi politik. Jadi bukan mengganti, tapi mengembalikan posisi Setya Novanto seperti semula,” dia menerangkan.

Seperti yang di jelaskan Yorrys, dalam keputusan pleno ini akan dibawa pada Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Kehormatan Partai Golkar.

“Kemudian kita menugaskan kepada fraksi di DPR untuk melakukan pembicaraan dengan pimpinan. Ada pimpinan dewan, pimpinan fraksi, kemudian tugas DPP membangun komunikasi dengan internal, ada Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Kehormatan,” ujar Yorrys.

Untuk posisi Ade Komarudin, Yorrys mengatakan akan dibicarakan dalam internal partai. Karena yang penting saat ini, kata dia, ada kesepakatan untuk mengembalikan posisi Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto kembali seperti semula.

“Ada keinginan dan berangkat saat kita ratas (rapat terbatas) pada 8 November pascaputusan MK, kita minta kajian ke Dewan Pakar, bagian hukum kita dan berkembang kita sepakati di pleno, setuju diwacanakan (Novanto kembali jadi Ketua DPR) tidak serta-merta, tapi kita bangun kondisi ke dalam dan keluar,” mantan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar itu memungkasi.

Demikian berita Golkar hari ini.

Sumber