HUT ke-52, Golkar Bagi-Bagi Hadiah Rumah dan Mobil di Bengkulu

Jakarta Dalam rangkaian HUT ke-52, Partai Golkar menggelar jalan santai di Bengkulu. Antusiasme warga mengikuti acara tersebut, membuat Golkar seperti bangkit dari tidur di provinsi tersebut.

“Luar biasa antusiasme masyarakat Bengkulu ini, semangatnya hebat, dari pagi sudah ramai berkumpul di lapangan bersama keluarganya,” kata Ketua Umum Golkar Setya Novanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2016).

“Ini merupakan acara Golkar pertama kali yang diadakan di Bengkulu, setelah Partai Golkar tertidur lama di Bengkulu,” sambung dia.

Novanto bersama Ketua Golkar Bengkulu Ridwan Mukti yang juga gubernur Bengkulu, membuka gerak jalan santai tersebut.

Jalan santai ini dimulai dari sport center Pantai Panjang sejauh lima kilometer. Acara ini dihadiri sekitar 70 ribu masyarakat Bengkulu.

Selain Ridwan Mukti, Novanto juga didampingi istrinya, Deisty Novanto, serta Bendahara Umum Golkar Robert Kardinal, dan Ketua Bidang Kesra Golkar Roemkono.

Rangkaian HUT ke-52 Partai Golkar ini akan berlangsung terus-menerus di berbagai daerah. Puncaknya pada 20 Oktober 2016 di Jawa Timur.

Dalam acara jalan santai ini, Partai Golkar memberikan hadiah dooprize senilai ratusan juta rupiah. Hadiah berupa satu unit rumah, mobil, motor, 10 tiket perjalanan umroh, dan banyak lagi hadiah lainnya.

Acara Golkar tersebut juga dimeriahkan beberapa artis Ibu Kota seperti Melanie Ricardo, Ricky Harun, Vina Panduwinata, dan Ussy Sulistyawati.

Rayakan Ultah, Golkar dapat “Kado Spesial”

WE Online, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan ada kado istimewa di hari Ulang Ulang Tahun ke 51. Ical sapaan akrab Aburizal Bakrie menyatakan, hadiah itu terkait keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Yang isinya menyatakan bahwa yang sah adalah Musyawarah Nasional (Munas) Bali, dan menyatakan Munas Ancol tidak sah, dan segala keputusan yang diambil dalam Munas Bali dianggap sah. Itulah satu hadiah istimewa bagi Partai Golkar,” kata Ical saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Sementara itu, Ical meyakini, untuk keputusan dari Mahkamah Agung (MA) tentang sah atau tidaknya sah surat dari Kementerian Hukum dan HAM mengesahkan Munas Ancol, dalam bentuk keputusan Kasasi dapat keluar dalam waktu dekat ini.

Diharapkan, seluruh pihak kelak dapat menerima seluruh keputusan hukum sesuai dengan tiga kesepakatan yang disetujui bersama antara kepengurusan Golkar hasil Munas Bali dan Ancol, Jakarta.

“Pada Desember disepakati tiga hal, pertama menghormati keputusan hukum, yang kedua bagi yang menang mengajak yang kalah, dan yang kalah mendukung yang menang, sementara ketiga tidak akan membuat partai baru. Karena itu kita mengharapkan ini diterima pak Agung Laksono,” ujar Ical.

Dikatakan, apabila tiga kesepakatan tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka Golkar memiliki waktu yang cukup yakni empat tahun dalam melakukan konsolidasi kembali kekuatan Golkar.

“Kalau melihat keputusan banding yang menguatkan keputusan pengadilan negeri jakarta utara mengatakan mengesahkan seluruh hasil munas bali artinya adalah bahwa kepengurusan saya berakhir pada 2019. karena itu kita harapkan semua pihak mengikuti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” pungkasnya.