Jakarta. Gugatan Ade Komaruddin Terhadap Golkar. Ade Komarudin atau yang biasa disapa dengan Akom, berencana menggugat keputusan Majelis Kehormatan Dewan (MKD) yang memberhentikan dirinya dari sebagai ketua DPR. Setelah keputusan itu, Setya Novanto kembali menjadi Ketua DPR.

Gugatan Ade Komaruddin Terhadap Golkar
Gugatan Ade Komaruddin Terhadap Golkar

Idrus Marham atau Sekretaris Jenderal Partai Golkar menjelaskan, boleh-boleh saja Akom, sapaan akrab Ade Komaruddin, melayangkan gugatan.

“Yang pasti bahwa ini proses yang terjadi di DPR semuanya kita serahkan kepada MKD. Bila mana ada langkah-langkah yang diambil Akom, saya kira itu sah-sah saja,” kata Idrus di Kantor DPP Golkar, Jakarta.

Kendati demikian, gugatan yang dijelaskan oleh Akom, Idrus akan tetap melihat dan mempelajarinya. Golkar ingin memastikan semua langkah sesuai dengan koridor hukum.

“Ya tentu langkah apa pun yang diambil kader, kita mempelajari kebenarannya, karena kita tidak boleh mendukung kader dengan membabi-buta,” tambah Idrus disampaikan.

Gugatan tersebut masih Idrus pastikan, karena dasar hukum Akom tersebut harus benar. “Kalau dasar-dasar hukumnya jelas tentu kita akan mendukungnya,” pungkas Idrus.

Demikian tentang Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Penawaran Posisi Golkar pada Akom. Dalam memberikan kursi Ketua DPR kembali kepada Setya Novanto, Ade Komarudin ikhlas untuk menyerahkannya. Oleh karena itu, Partai Golkar pun akan memberikan posisi untuk pria yang karib disapa Akom ini.

Penawaran Posisi Golkar pada Akom
Penawaran Posisi Golkar pada Akom

“Kesepakatan memberikan tempat terhormat bagi dia (Akom). Dia boleh pilih, ke dalam atau luar. Kita tawarkan bisa ke DPP, fraksi,” ungkap Yorrys saat dihubungi di Jakarta.

Yorrys juga menjelaskan, Tak hanya ke dalam DPP atau Fraksi Partai Golkar saja, ia juga bisa mendapat jabatan kenegaraan.

“Bisa keluar, bisa jabatan kenegaraan seperti Dubes, BPK, OJK, itu jadi tugas partai mengkomunikasikan,” jelas Yorrys.

Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga menyebut kalau Akom nantinya diberikan posisi sebagai balasan atas sikap ‘legowo’ nya menerima diganti dari Ketua DPR. Idrus menyebut, ada banyak proyeksi jabatan untuk Akom. Karena menurutnya, posisi Akom akan diputuskan oleh DPP Golkar.

“Tidak etis kalau saya mengatakan jadi ini, jadi ini, jadi ini. Tapi yang pasti, selaku Sekjen saya akan habis-habisan memperjuangkan Akom pada posisi‎,” ucap Idrus Marham ditambahnkan.

Demikian tentang Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Rencana Wanbin Golkar Soal Kembalikan Setnov Ketua DPR. Aburizal Bakrie atau biasa disebut ical dan juga sebagai Ketua Dewan Pembina (Wanbin) Golkar mengatakan soal pengembalian posisi Setnov sebagai ketua DPR. Sebenarya pada penyerahan posisi tersebut ical sempat keberatan. dan akhirnya, Ical merestui Ketua Umum Golkar itu kembali menjabat sebagai ketua DPR.

Rencana Wanbin Golkar Soal Kembalikan Setnov Ketua DPR
Rencana Wanbin Golkar Soal Kembalikan Setnov Ketua DPR

Hal lain dari Yorrys Raweyai atau Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Golkar menjelaskan, dirinya dan Idrus Marham (Sekjen Golkar) memberi argumentasi yang akhirnya membuat Ical menerima keputusan pergantian Akom.

“Kemarin dari pembina ada 15, DPP 12 orang. Kita beri argumentasi, kasih pandangan. Sampai kesepakatan menerima itu. Yang bicara sekjen (Idrus Marham) dan saya,” ungkap Yorrys saat dihubungi di Jakarta.

Soal gugatan tentang penggantian Akom, Yorrys, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar tidak mempermasalahkan. Namun sebagai ketua umum partai, Setnov dirasa akan sulit konsenterasi apabila merangkap jabatan. Apalagi tahun depan dianggap sebagai tahun politik, akan ada banyak pembahasan undang-undang dan berbagai situasi politik lainnya.

Anggapan dari Ical untuk Ketua DPR harus fokus. DPP Golkar pun menjamin Setnov siap menjalankan tugas dengan baik karena konsolidasi internal usai adanya dualisme telah dilakukan enam bulan belakangan secara intensif.

“Saya pikir pertimbangannya obyektif. Sebagai ketum partai, konsolidasi internal total sudah enam bulan secara intensif. Masalah internal bisa dilakukan bersama struktur yang ada di DPP, bisa menunjang dia. Jadi dia (Setya Novanto) bisa lebih fokus pada DPR juga,” ujar Yorrys.

Diatur Bersama Ketua Harian.
Yorrys menyatakan, Setnov kan tetap menjalankan tugas sebagai Ketum Golkar. Sistem pembagian tugas nantinya akan diatur bersama Ketua Harian dan petinggi di DPP lainnya.

“Pak Idrus menjelaskan soal itu (kepada Ical), saya memperkuat soal mekanisme yang sudah kita lakukan sampai pleno,” ujar Yorrys.

Terlebihnya, pengakuan Yorrys, Dewan Pembina dan dewan-dewan lainnya sempat kaget dengan rencana pergantian Ketua DPR yang diumumkan tanpa ada konsultasi terlebih dahulu. Akan tetapi, setelah pertemuan kemarin dan DPP memberi argumentasi, Ical yang juga merupakan mantan Ketum Golkar itu akhirnya menerima.

“Ini soal cara, yang menurut mereka itu etika. Kenapa tidak bicarakan dulu dan langsung diputuskan ke pleno. Mereka kaget. Akhirnya kita jelaskan. Proses sudah dilakukan setelah setelah putusan MK (Mahkamah Konstitusi),” jelas Yorrys.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pembina (Wanbin) Partai Golkar menggelar pertemuan tertutup selama 2 jam 45 menit di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam beberapa keputusan dari pertemuan tersebut telah dihasilkan. Satu di antaranya adalah setuju mengembalikan kursi ketua DPR dari Ade Komarudin ke tangan Setya Novanto.

“Wanbin dan DPP menyetujui Ade Komarudin akan digantikan Pak Novanto,” ucap Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Demikian tentang Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Setya Novanto Temui Ade Komarudin Soal Kursi Ketua DPR. Untuk membahas keputusan rapat pleno Golkar, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto akan menemui Ketua DPR Ade Komarudin pada ‎Senin 21 November 2016.

Setya Novanto Temui Ade Komarudin Soal Kursi Ketua DPR
Setya Novanto Temui Ade Komarudin Soal Kursi Ketua DPR

Seperti yang dijelaskan, Untuk mengembalikan Setnov menjadi Ketum DPRR, golkar mengusulkan rapat pleno. Namun demikian, Novanto mengaku belum melihat surat keputusan rapat pleno tersebut.

“Nanti tentunya pasti, semuanya akan berjalan dengan baik,” ujar Novanto di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat.

Tekait dengan hal tersbut, Setnov belum menetahui jadwal pertemuannya dengan Ade Komarudin. Karena ia mendapat banyak rapat yang harus dihadirinya sebelum ia bertemu dengan Ade. “Nanti kita lihat perkembangan dari semua. Dari partai juga masih mau laporan,” ujar Novanto.

Apakah Ade akan kembali menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR? Novanto menandaskan semua hal terkait ini akan dibicarakan. “Semuanya saya bicarakan secara musyawarah, secara baik,” ujarnya.

Demkian Berita Golkar hari ini.

Sumber