Media
Berita Anda
MAKASSAR - Ketua DPD II Golkar Takalar Natsir Ibrahim alias Nojeng mematok akan terus maju sebagai calon 01, apapun risikonya.
SEJUMLAH fungsionaris Golkar Sulsel mengharapkan Nojeng mengalah menjadi kosong dua (cawabup) Golkar di Takalar. Alasannya, survei Nojeng kalah oleh Burhanuddin Baharuddin seperti dilansir sejumlah lembaga survei.
"Saya tetap pada keputusan awal. Maju sebagai 01. Harapan saya menjadi kosong dua itu tidak benar dan tidak dapat dipercaya," tegas Nojeng, Kamis, 2 Februari.
Nojeng mengatakan, isu dirinya siap memenuhi harapan sejumlah fungsionaris Golkar Takalar itu sengaja diedarkan orang yang tidak bertanggung jawab.
"Yang jelas saya maju sebagai 01 sudah menjadi harga mati. Dan saya akan melakukan apa pun agar bisa maju sebagai 01," lanjut putra Bupati Takalar Ibrahim Rewa ini.
Ketua Bappilu Golkar Takalar, Muhiddin Mursali, menguatkan posisi Nojeng dengan mengemukakan hasil Rakerda DPD II Golkar Takalar beberapa waktu lalu. Seluruh pengurus maupun kader Golkar di Takalar sepakat mendukung Nojeng sebagai 01 dari Golkar. "Hasil rakerda sudah jelas mendukung Nojeng sebagai calon tunggal dari Golkar. Kalau ada yang mengatakan Nojeng harus mengalah, jangan terlalu dianggap serius," papar Muhiddin.
Terpisah, Ketua Harian DPD Golkar Sulsel HM Roem memastikan mekanisme survei dalam penetapan calon kepala daerah harus ditaati semua kader. Tidak terkecuali di Takalar. "Jadi, memang harus ada yang mengalah," tegas Roem di Warkop Phoenam Makassar, kemarin.
Roem tidak membantah kuatnya peluang Burhanuddin mengendarai Golkar Takalar, menyusul hasil sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan elektabilitas anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel itu.
"Kalau partai sudah menunjuk yang terkuat, harusnya kader lain ikut dan mengedepankan kepentingan partai. Termasuk, harus taat saat partai meminta untuk menjadi wakil. Apalagi, Golkar memang berharap keduanya bersatu," pungkas Ketua DPRD Sulsel yang masuk nominator calon pendamping Syahrul Yasin Limpo di pilgub itu. []
Sumber: Fajar.co.id