Media
Berita Anda
SAMARINDA - Lima desa di perbatasan Kalimantan Timur dengan Malaysia kini terancam direbut negeri jiran itu. Hal ini terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah yang hakikatnya jadi beranda negara tersebut.
"Jadi perlu penanganan khusus agar tidak bernasib sama seperti Pulau Sipadan dan Pulau Lingitan (dua pulau kecil di ujung utara Kaltim) yang hilang dari pangkuan Ibu Pertiwi," kata anggota Komisi IV DPRD Kaltim asal Dapil V, Abdul Djalil Fatah di Samarinda, Kamis (2/2).
"Pemerintah Pusat dan Provinsi Kaltim harus segera mengambil tindakan cepat, tegas dan nyata. Ini sebuah ancaman serius bagi kesatuan NKRI, lima desa di Kabupaten Nunukan tersebut sudah diklaim oleh Malaysia," ujar politisi dari Partai Golkar Kaltim itu.
Menurut Abdul Jalil bahwa sebenarnya klaim wilayah oleh Malaysia bukan hal baru karena sebelumnya kejadian seperti ini pernah terjadi pada wilayah lain di Kaltim tetapi sayangnya tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Ia menyebutkan bahwa kelima desa itu adalah Desa Labang, Logos, Ngawol, Simantipal dan Bulu Lawun Hilir. Dia mengatakan bahwa lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan yang kaya dengan sumber daya alam dan mampu menopang devisa negara itu ke tangan Malaysia seharusnya menjadi pelajaran berharga.
"Malaysia melakukan klaim dan mereka berhasil. Klaim terhadap lima desa saat ini tidak mustahil melahirkan gerakan-gerakan yang mengarah seperti sebelumnya yang terjadi pada kasus Pulau Sipadan-Pulau Ligitan," ujarnya. []
Sumber: Mediaindonesia.com