Jogja Siap Gelar Munaslub Partai Golkar

Jogja Siap Gelar Munaslub Partai Golkar

Partai Golkar gelar Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub di kota Yogyakarta pada pertengahan Desermber lalu. Pada konferensi pers yang diselenggarakan pada awal Yogyakarta, Ketua Ormas MKGR DIY menyampaikan kesiapan penyelenggaraaan Munaslub partai berlambang beringin tersebut di Yogyakarta, tempatnya Kampung Inggris Jogja.

Drs Gandung Pardiman MM, selaku Ketua Oramas MKGR DIY dan juga Ketua Dewan Pertimbangan dari DPD Partai Golkar di DIY ini secara langsung menyebutkan bahwa pihaknya sudah siap menjadi penyelenggara atau tuan rumah acara besar tersebut. Ia dan pihaknya berjanji akan bekerja keras agar bisa menyelenggarakan acara tersebut dengan baik dan membuat para peserta Munaslub puas secara lahir batin selama di Yogyakarta.

Pada konferensi pers yang diselenggarakan di kawasan Jalan Imogiri Timur tersebut, Gandung juga menyebutkan bahwa Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah Munaslub kali ini karena ada 31 DPD I Partai Golongan Karya dari seluruh Indonesia yang menginginkan kotanya Kampung Inggris Jogja ini menjadi tuan rumah yang menyelenggarakan Munaslub.

Selain hal tersebut, sarana serta prasarana yang ada di Yogyakarta juga telah memadai. Termasuk sudah adanya hotel di Yogyakarta yang bisa menyelenggarakan munaslub dengan menampung tamu yang lebih dari 4.000 orang tersebut.

Gandung juga menambahkan bahwa Yogyakarta sebagai salah satu pusat perubahan serta dinamika tentunya bisa memunculkan rasa persaudaraan yang ada pada sesama kader. Karena itu, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan berjuang agar Munaslub Partai Golkar ini berjalan damai, lancar dan tanpa ada masalah.

Apalagi jika mengingat bahwa DPD Partai Golongan Karya di Yogyakarta sudah berpengalaman dalam menangani hal-hal seperti Rapimnas. Hal tersebut diungkapkan oleh Gandung yang didampingi oleh jajarannya bahwa para kader di DIY sudah siap secara lahir maupun batin untuk memberikan pelayanan terbaik di Yogyakarta yang merupakan base-nya Kampung Inggris Jogja.

Baca juga artikel kami mengenai:  politisi golkar hetifah berharap ada transparansi sumber dana kampaye dan penggunaanya

Mengingat hal tersebut, Gandung percaya bahwa munaslub yang akan diselenggarakan di Yogykarta ini akan bisa berjalan damai dan aman. Selain itu, bisa juga menjadi suatu momentum yang membangun kembali kekuatan konsolidasi konstruktif di dalam partai. Sehingga nantinya Partai Golongan Karya dapat bangkit di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Dalam kesempatan ini, Gandung juga menyinggung soal 31 DPD yang sudah mendukung kepemimpinan Airlangga Hartarto. Dan DIY yang bisa dibilang sebagai pencetus tentunya harus siap untuk mendeklarasikannya baik di tingkat satu ataupun di tingkat dua.

Dukungan yang diberikan untuk Airlangga Hartarto ini tentunya telah dilandasi banyak pertimbangan. Salah satu yang menjadi pertimbangan yang ada adalah dinamika. Sudah waktunya partai besar sepertii Golkar ini untuk dipegang oleh seseorang yang penuh dinamika agar tercipta citra yang baik dan partai ini pun semakin dicintai oleh masyarakat.

Menutup konferensi pers yang dilaksanakan di Yogyakarta kotanya Kampung Inggirs Jogja tersebut, Gandung menyebutkan bahwa sudah sewajarnya seorang pemimpin partai memiliki beban yang berat, bukan malah membebani partai yang dipimpinnya. Baginya, hal tersebut sudah sewajarnya terjadi di semua partai politik yang ada di Indonesia, termasuk Partai Golkar.

Dengan ditutupnya konferensi pers tersebut, terbuka sudah jika Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggara Munaslub Partai Golkar yang saat ini dipimpin oleh Airlangga Hartarto. Dan menyambut pelaksaaan Munaslub tersebut, pihak DPD Partai Golkar di Yogyakarta sudah bersiap diri baik lahir maupun batin agar pelaksanaan Munaslub Partai Golongan Karya yang diselenggarakan di kotanya kampung inggris jogja ini dapat berjalan lancar.

Sumber: https://www.koranbernas.id/munaslub-partai-golkar-siap-digelar-di-yogyakarta/

Politisi Golkar Hetifah Berharap Ada Transparansi Sumber Dana Kampaye dan Penggunaanya

Politisi Golkar Hetifah Berharap Ada Transparansi Sumber Dana Kampaye dan Penggunaanya

Sebentar lagi Indonesia akan diramaikan dengan peseta Pilkada 2018 dimana hadir para pemimpin baru di setiap daerah. Legislator Partai Golkar yakni Hetifah Sjaifudian angkat bicara mengenai penggunaan dana yang dipergunakan untuk kegiatan kampanye. Ia menegaskan apabila sistem transparansi serta akuntabilitas terhadap penggunaan dana kampanye sangatlah penting. Ia juga menyarankan agar setiap calon pemimpin yang maju dalam Pilkada mau menggunakan sistem tersebut agar semua dananya jelas akan lari kemana. Hal itu juga sesuai dengan aturan yang ada di Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 mengenai Pilkada. Di dalamnya berisi tentang peraturan apabila setiap pasangan calon di tiap daerah harus menggunakan dana kampanye secara transparan dan akuntabel berdasarkan dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

Hetifah juga menambahkan jika seluruh penggunaan dan pembatasan dana kampanye telah diatur sedemikian rupa oleh regulasi dari KPU atau Komisi Permilihan Umum. Kemudian pencatatan serta penghitungannya dilakukan oleh para akuntan menggunakan software akuntansi modern. Salah satu contoh dari penghitungan transparansi dana kampanye yaitu seperti rapat umum yang menggunakan perhitungan jumlah peserta dikalikan frekwensi kegiatan, setelah itu dikalikan lagi dengan standar biaya di setiap daerahnya. Bagi pasangan calon yang ingin menggunakan konsultas, alat peraga kampanye, penyelenggaraan siding umum ataupun khusus telah memiliki biayanya masing-masing. Ia kembali menegaskan jika semuanya telah diatur dalam pasal 12 PKPU mengenai Dana Kampanye. Pembatasan tersebut nantinya ditetapkan oleh pihak KPUD Provinsi dan Kabupaten/ Kota dengan cara koordinasi dengan partai politik yang menyelenggarakan kegiatan kampanye. Ada hukuman jika sampai melanggar peraturan tersebut yaitu berupa pembatalan calon parpol di Pilkada.

Kemudian untuk proses audit setiap pasangan calon akan dilakukan oleh anggota KPU, tepatnya para akuntan menggunakan teknologi canggih software akuntansi. Menurut Hetifah sendiri, pembukuaan dana kampanye sudah dimulai sejak tanggal 15 Februari lalu. Dengan begitu, ia menyarankan agar semua calon menyiapkan dan membuat buku pencatatan seawal mungkin agar prosesnya dapat berjalan cepat dan lancar. Hal ini dikarenakan ada hukuman bagi peserta Pilkada yang telat mengumpulkan catatan dana tersebut yaitu pembatalan. Anggota Golkar sekaligus DPR RI ini juga menjelaskan mengenai pengertian serta tujuan sesungguhnya dari dana kampanye. Dana tersebut merupakan uang yang dipakai untuk keperluan membiayai kegiatan kampanye dari paslon atau pasangan calon. Kampanye sendiri meliputi banyak hal, seperti pertemuan terbatas, tatap muka, berdialog, debat public, pemasangan alat peraga, penyebaran bahan dan barang kampanye, pemasangan iklan di media massa dan lain sebagainya.

Asalan utama mengapa diberlakukannya sistem transparansi serta akuntansi ini adalah untuk mencegah tumbuhnya benih-benih tindakan korupsi dari para pasangan calon sekaligus partainya. ICW atau Indonesia Coorruption Watch sebagai pihak yang menentang korupsi mengungkapkan jika sumbangan atau dana kampanye dari pemilu dianggap mampu memicu terjadinya korupsi politik. Kemudian ICW juga menyatakan jika pendanaan kampannye berpotensi menimbulkan masalah serupa seperti pemilu emilihan capres dan cawapres. Misalnya saja penggunaan sumbangan lebih dari batasan maksimal dari 1 miliar menjadi 2,5 milyar dan dari 5 milyar bertambah jadi 25 milyar rupiah. Badan LSM anti korupsi tersebut sangat menyayangkan tidak dibuatnya argumentasi kuat dalam pembahasan UU Pemilu menanggapi kenaikan jumlah dana sumbangan kampanye. Padahal kasus tersebut malah akan membuat partai sekaligus para calonnya akan terpengaruh dengan pembiayaan besar ketimbang mendahulukan kepentingan rakyat Indonesia.

Sumber: https://kumparan.com/mandau-satu/hetifah-tekankan-transparansi penggunaan-dana-kampanye

Partai Golkar Era Airlangga Pecah Telur Bupati Jombang Kena OTT

Partai Golkar Era Airlangga Pecah Telur Bupati Jombang Kena OTT

Terjadinya OTT atau operasi tangkap tangan kepada nyono suharli dihandoko yang merupakan bupati kabupaten jombang menjadi suatu petaka untuk partai golkar di era kepemimpinan airlangga hartanto. Ini disebabkan dia adalah kader dari partai golkar yang memiliki urusan dengan KPK atau komisi pemberantasan korupsi.

Mengenai kasus ini, mamn abdurahman yang merupakan wasekjen golkar sangat mengakui keprihatinnya. Karena lagi-lagi para rekannya memiliki urusan kepada lembaga anti korupadi.

“Di sini kami merasa prihatin sebab korupsi adalah extra ordiray time,” ucap maman pada jawapos.com. Sabtu 3 februari.

Maman pun menegaskan, partai golkar sendiri tidak akan melaksanakan intervensi pada kasus yang berkaitan dengan korupsi yang sudah membelit pada bupati jombang ini. Semua sudah dipasrahkan pada lembaga anri asuah tersebut

Baca juga: dpp golkar gelar diskusi dalam menyusun strategi serta program pemenangan pemilu 2019

“Kami serahkan semuanya pada sistem serta mekanisme hukum yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, di partai golkar era kepemimpinan dari setya novanto telah ada sebanyak tujuh kader yang tersandung kasus yang semacam ini.

Pertama, fadh el faouz a rafiq yang merupakan ketua DPP di bidang pemuda dan olahraga partai golkar. Kasusnya korupsi pada proyek lab komputer di madrasah tsanawiyah dan al-quran.

Kedua, Siti mashita soeparno yang merupakan wali kota kota tegal. Dia pun tersangkut kasus suap atau korupsi dari proyek pengelolaan dana layanan jasa RSUD kardinah tegal dan jasa lingkungan kota tegal serta pengadaan barang tahun 2017.

Ketiga, OK arya zulkarnain yang merupaan bupati batubara sumatera utara. Dia terjerak korupsi yang diduga mendapat suap di proyek pembangunan infrasturktur di kota batubara tahun 2017 distributor telur

Keempat, iwan rusmali adalah ketua DPRD banjarmasing. Dia kketahuan masuk di kasus korupsi suap atas persetujuan penetapan perda sistem penanaman modal PDAM kkota banjarmasin sebesar 50,5 miliar rupiah.

Kelima, ridwan mukti yang merupakan gubernur dari kota bengkul yang masuk pada kasus suap dalam dua proyek pembangunan jalan di area provinsi bengkulu.

Keenam, setya novanto yang sudah terkenal sebagai ketua DPRD ditetapkan betul menjadi tersangka korupsi dari proyek pengadaan e-KTP. Novanto yang juga sekaligus ketua umum dari partai golkar ini juga yang diduga mengatur proyek yang memiliki nilai 5,9 triliun rupiah dengan andi adustinus yang merupakan seorang pengusaha. Dia sering dipanggal andi narogong.

Ketujuh, beberapa kader partai golkar, salah satunya adalah markus nari yang sudah ditetapkan tersangka atas kasus korupsinya pada proyek pengadaan eKTP. Di samping itu, dia juga masuk pada jeratan kasus dugaan mengahalangi penyidikan dari kasus eKTP tersebut.

Dari tujuh kasus yang dialami oleh partai golkar ini, sudah dipastikan golkar menjadi distributor telur yang mampu membuat kerugian negara sekian banyak miliat. Sehingga pendiri atau penasehat umum dari partai golkar ini selalu menghimbau dan memberi pesan bagi seluruh kader golkar agar selalu mengedepankan kejujuran dan tidak mudah terpengaruh oleh kekuasaan terutama uang. Sebab inilah yang membuat diri kader golkar tercidrai.

Semua kader dari golkar yang mampu menahan hal buruk yang membuat nama baik itu tercoreng. Kasus korupsi ini bisa jadi dijuluki langsung sebagai distributor telur yang pecah dan itu bisa dimakan begitu saja bagi seluruh kadernya. Sehingga jangan sampai terulang kembali agar hal buruk untuk partai golkar itu tidak terjadi. Bagi seluruh kader golkar harus mampu membawa nama baik dan menjunjung tinggi nilai pancasila.

Sumber: https://www.jawapos.com/read/2018/02/03/186053/bupati-jombang-kena-ott-partai-golkar-era-airlangga-pecah-telur

http://www.distributortelurjakarta.com/

Galang Dukungan Dana Untuk Faisal Andi Sapada (FAS) Oleh Putra Mantan Pengurus Golkar

Galang Dukungan Dana Untuk Faisal Andi Sapada FAS Oleh Putra Mantan Pengurus Golkar

Pemilihan Walikota Parepare akan segera berlangsung dan para Calon Walikota pun mulai bermunculan untuk mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya dari masyarakat di Kota Parepare ini. Salah satu pasangan calon yang ada bahkan dikabarkan didukung oleh putra mantan pengurus Golkar, bukan Putra Adam.

Ya, pasangan calon Faisal Andi Sapada dan Asriady Samad atau disingkat FAS-AS ini dikabarkan didukung oleh keluarga besar dari putra almaruhm pengurus Parta Golongan Karya pada masa Zain Katoe yaitu H. Sube. Putra, H. Sube disini adalah H. Subhi Syam yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Bacukiki.

Bukan hanya keluarga besar dari H. Subhi Syam saja, dukungan secara terang-terangan juga satu per satu mulai berdatangan dari tokoh masyarakat lainnya dan juga para pemuda di Kota Parepare ini.

Berbicara mengenai ayah dari H. Subhi Syam sendiri, ia juga disebut-sebut sebagai salah satu sahabat dari Zain Katoe, bukan Putra Adam tentunya. Dan pada waktu kepemimpinan Katoe, H. Sube maju dalam pemilihan anggota legislatif dan mampu meraih suara yang cukup banyak yaitu hampir 2000 suara.

Pada saat ditemui oleh para awak media di awal Februari lalu, H. Subhi Syam menceritakan bahwa ia dan keluarganya tentu masih menjaga loyalis dari ayahnya sebagai loyalis dari Zain Katoe yang merupakan loyalis Golkar. Dan karena itulah, ia dan keluarga siap untuk mendukung Puang Ical atau Faisal Andi Sapada ini.

Dalam hal ini, H. Subhi siap untuk menggerakan jaringan keluarga besarnya yang tersebar di berbagai daerah termasuk Lemoe, Bacukiki bagian atas dan Tonrangeng sebagai seorang putra dari H. Sube, bukan Putra Adam.

Selain meningkatkan jaringan keluarga besarnya yang tersebar di berbagai daerah tersebut, memaksimalkan mereka yang sebelumnya memilih H. Sube juga dilakukan. Dan sebagai tambahan, H. Subhi juga mendukung melalui Komunitas Sapu Jalan yang merupakan komunitas pemuda yang memiliki hobi balapan di Kota Parepare ini.

Dengan menggalang komunitas ini, tentunya H. Subhi memiliki tujuan untuk dapat memaksimalkan dukungannya terhadap pasangan calon FAS dan AS ini. Dan yang tak kalah penting adalah komunitas ini berisi para anak muda yang tentunya akan didukung oleh pasangan calon ini saat terpilih nantinya.

Hal tersebut sejalan dengan sang calon wakil walikota, Asriandy Samad yang dikenal memiliki jiwa muda seperti Putra Adam dan siap untuk mendukung pengadaan sirkuit balap di Parepare dengan standar nasional. Hal ini tentu akan sangat didukung oleh para pecinta balapan di Komunitas Sapu Jalan.

Dengan melihat kenyataan tersebut, Komunitas Sapu Jalan pun bisa dibilang tidak mendukung pasangan FAS dan AS ini tanpa alasan atau hanya sekedar ikut-ikutan. Tetapi, karena program yang ditawarkan oleh pasangan ini memang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan memang pro dengan pemuda di Parepare.

Hal ini senada dengan yang ditegaskan oleh H. Subhi saat ditemui dalam hal pemberian dukungannya pada pasangan FAS dan AS. Dan selanjutnya tentu semua galang dukung ini akan segera bergerak untuk meraih masa yang lebih besar lagi yang pro dengan program Puan Ical dan wakilnya.

Terakhir, dapat disimpulkan bahwa keluarga besar H. Subhi yang merupakan putra dari loyalis Golkar, H. Sube bukan Putra Adam siap untuk mendukung pasangan Calon Faisal dan Asriandy dalam pemilihan walikota di Parepare mendatang.

Sumber: https://www.pijarnews.com/putra-mantan-pengurus-golkar-galang-dukungan-buat-fas/

Baca artikel kami mengenai golkar singgung pengalaman-ahy saat masuk bursa cawapres

Aqiqah Sekjen Partai Golkar Idrus Marham Dihadiri Banyak Tokoh Nasional

Aqiqah Sekjen Partai Golkar Idrus Marham Dihadiri Banyak Tokoh Nasional

Sembari memberikan rekomendasi aqiqah kepada para kolega, Idrus Marham, sebagai sekretaris Jenderal DPP Golkar memperkenalkan ketua Golkar Makassar, yakni Farouk M Betta sebagai calon walikota Makassar. Farouk menjadi salah satu kader dari partai berlambang beringin ini yang sudah malang melintang di dunia politik tanah air dan menjadi salah satu kader terbaik yang memiliki dedikasi tinggi guna memajukan daerah Makassar sebagai salah satu daerah maju di Indonesia.

Dengan bangga, Idrus Marham beropini bahwa pemilihan Farouk sudah melalui mekanisme partai yang benar dimana banyak pertimbangan yang dilakukan oleh partai Golkar sebelum memutuskannya. Selain berbicara mengenai peluang partainya dalam pemilihan walikota Makassar, Idrus Marham juga bercerita mengenai rekomendasi aqiqah yang ia pilih dalam penyelenggaraan aqiqah anaknya tersebut.

Rekomendasi Aqiqah dan Peluang Golkar dalam Pilkada

Aqiqah di Jakarta Timur

Acara aqiqah tersebut terselenggara sebagai rasa syukur dari keluarga Idrus Marham atas kelahiran anak mereka. Sebagaimana perintah dalam agama Islam yang memerintahkan untuk menyelenggarakan aqiqah, keluarga Idrus Marham pun menghelat acara tersebut di kediamannya. Idrus banyak bercerita mengenai rekomendasi aqiqah yang ia pilih dengan kualitas terbaik.

Di sela obrolan tentang politik, Idrus Marham bercerita bagaimana ia menghelat acara aqiqah tersebut sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan kepada keluarganya. Tidak hanya itu, sembari memberikan rekomendasi aqiqah aqiqah, Idrus Marham juga melayani dan menyalami tamu yang datang silih berganti.

Dihadiri Tokoh Nasional

Acara aqiqah tersebut bukan hanya merupakan acara kebersamaan semata. Di samping adanya obrolan mengenai rekomendasi aqiqah yang dipilih oleh Idrus, sebagai sekjen dari Golkar, obrolan dalam kunjungan mereka tidak lepas dari aroma politik. Terlebih, waktu penyelenggaraan aqiqah tersebut berdekatan dengan persiapan pilkada dimana partai Golkar juga turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.

Oleh karena itu, acara aqiqah tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh nasional yang memiliki nama besar dan beberapa kader partai golkar. Adapun beberapa tokoh nasional yang datang ke acara aqiqah dari keluarga Idrus Marham adalah Dedi Mulyadi, yang merupakan Bupati Purwakarta, Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo, dan beberapa kolega seperti Setya Novanto, Abu Rizal Bakrie, Fachri Hamzah, dan lainnya hingga ketua MUI Ma’ruf Amin. Tentu, obrolan mereka diselingi pula dengan berita mengenai rekomendasi aqiqah.

Membaca Peluang Golkar

Dalam kesempatan tersebut, disela berbicara terkait rekomendasi aqiqah, nuansa politik memang cukup kental terjalin diantara tamu yang datang. Idrus berulang kali mengenalkan Farouk atau Aru sebagai calon walikota Makassar. Tidak hanya itu, Idrus juga mengenalkan Dedi Mulyadi sebagai salah satu calon gubernur di Jawa Barat yang di dukung oleh partai berlambang pohon beringin tersebut.

Persiapan menjelang pilkada memang tampak hangat dibicarakan di acara tersebut meskipun notabene acara tersebut adalah syukuran keluarga untuk kelahiran anak dari Idrus Marham. Para tamu membahas rekomendasi aqiqah dan peluang partai Golkar pada pilkada yang akan dilalui mendatang. Dengan kondisi politik yang semakin panas di dalam negeri, para tokoh Golkar dan nasional tersebut mengamini bahwa perlu diadakan konsolidasi secara matang agar gerak partai lebih terfokus.

Hingga akhir acara, tampak obrolan antar tokoh nasional tersebut berlangsung dengan hangat dan menarik. Pada acara tersebut, terlihat keakraban yang terjalin antara masing-masing tokoh nasional meskipun mereka sering terlibat dalam pembicaraan yang serius dan cenderung panas. Obrolan mereka juga tampak renyah terlebih ketika Idrus Marham berkelakar mengenai rekomendasi aqiqah yang ia pilih dalam acaranya.

Sumber: http://fajaronline.co.id/2017/08/06/hadiri-akikah-anak-idrus-marham-aru-dikenalkan-sebagai-calon-walikota-makassar

http://www.ahloulbait.com/category/rekomendasi/

Ternyata Kader Golkar Kenal Pengatur Proyek Bakamla Dari TB Hasanuddin Ini Beritanya

Untuk pallet projects, Politikus partai golkar, Fayakhun Andriadi mengaku memiliki suatu hubungan dengan terduga pemain proyek di Bakamla. Keterkaitan ini pun akhirnya menyeret pihak lain, yaitu perantaranya yang tak lain Tb. Hasanuddin. Fayakhun telah mengaku mengenal Ali Fahmi Habsyi, yang menjadi staf khusus Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Dalam pallet projects tersebut menjadi persoalan tersendiri. Disebutkan bahwa Laksamana Madya Arie Soedewo terduga menjadi pengatur proyek satelit dan pesawat nirawak atau drone di Badan Keamanan Laut melalui politikus Tb. Hasanuddin.

Menurut penuturannya Fayakhun saar bersaksi dalam sidang kasus suap Bakamla atas terdakwa Nofel Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta, sebelumnya ia tidak mengenal Fahmi, namun ia dikenalkan oleh seniornya, yaitu Tb. Hasanuddin.

Mengenai kasus suap di Bakamla pallet projects tersebut melibatkan banyak tokoh yang tersangkut dalam kasus ini. Terutama hubungan antara Politikus Partai Golkar, Fayakhun dengan Ali Fahmi serta Tb. Hasanuddin. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kasus suap Bakamla yang menjadi persoalan baru di negeri ini.

Kasus Suap Bakamla dengan Pallet Projects

Awal Mula Perkenalan Kader Golkar dengan Pengatur Proyek Bakamla

Perkenalan antar keduanya itu bermula ketika Komisi I DPR menggelar rapat dengan Bakamla. Maka sebagai anggota Komisi I DPR Fayakhun turut serta dalam rapat tersebut. Pallet Projects, menurut pengakuannya, awalnya ia didekati oleh Tb. Hasanuddin dan Ali Fahmi.

Pada saat itu Ali Fahmi dikenalkan sebagai kader PDIP dan tenaga ahli di Badan Keamanan Laut yang kemudian Fayakhun dimintai nomor telepon oleh Ali Fahmi.

Pengakuan Fayakhun Atas Perilaku Ali

Fayakhun mengatakan bahwa setelah pertemuan tersebut, Ali Fahmi kerap menghubungi Fayakhun Andriadi untuk meminta bantuan kepadanya. Namun karena perasaan segannya terhadap Tb. Hasanuddin, akhirnya Fayakhun menerima ajakan untuk bertemu dengan Ali.

Dalam pertemuan keduanya, Ali meminta bantuan agar Komisi I mendukung proyek Bakamla. Pallet Projects dalam kasus suap Bakamla. Namun ia menyangkal bahwa ia membahas mengenai anggaran untuk Bakamla. Setelah pertemuan tersebut, sebenarnya Ali Fahmi mengajaknya bertemu kembali namun Fayakhun mulai menghindar.

Siapa Ali Fahmi?

Dalam pallet projects, Ali sebelumnya pernah muncul dalam surata dakwaan sebagai pihak yang menawarkan PT. Melati Technofo Indonesia (MTI). Perusahaan tersebut adalah pemenang proyek Bakamla yang bermain dalam pengadaan pemantauan satelit dan drone di Badan Keamanan Laut. Ali Fahmi disebutkan telah meminta imbalan fee sebesar 15% untuk memenangkan proyek tersebut.

Dengan itu, akhirnya PT. Melati Technofo Indonesia bisa memenangkan pengadaan proyek tersebut dengan total anggaran mencapai Rp 222,43 miliar.

Pallet projects, sementara saat masih menjadi anggota Komisi I DPR, Fayakhun diduga meminta uang sebesar US$300 ribu kepada Erwin Arif, pengusaha PT. Rohde & Schwarz Indonesia yaitu vendor yang digunakan oleh PT. Melati Technofo Indonesia. Uang itu akan digunakan untuk keperluan Munas Golkar pada tahun 2016.

Pengakuan Tb. Hasanuddin

Mengenai pallet projects tersebut dalam pengakuannya, Tb. Hasanuddin mengakui bahwa perkenalan dirinya dengan Fayakhun dan juga Ali adalah perkenalan biasa seperti saat pertama kunjungan pertama Komisi I DPR ke kantor Badan Keamanan Laut.

Tb. Hasanuddin kala itu menjabat sebagai pimpinan rombongan Komisi I DPR ketika berkunjung ke Bakamla, yang baru diresmikan oleh presiden menjadi mitra Komisi I.

Banyak tokoh yang tersangkut dalam proyek di Bakamla ini. Pallet projects, Fayakhun Andriadi mengakui perkenalannya dengan Ali Fahmi meskipun hanya sekedar mengenal. Perkenalan keduanya juga memiliki sangkut paut dengan Tb. Hasanuddin. Untuk kasus suap Bakamla ini belum bisa diusut dan masih dipastikan kebenarannya.

Sumber: https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180131135002-12-272888/kader-golkar-kenal-pengatur-proyek-bakamla-dari-tb-hasanuddin

DPP Golkar Gelar Diskusi dalam Menyusun Strategi serta Program Pemenangan Pemilu 2019

DPP Golkar Gelar Diskusi dalam Menyusun Strategi serta Program Pemenangan Pemilu 2019

Dewan Pimpinan Pusat atau DPP dari Partai Golkar akan mengadakan diskusi dalam rangka menyusun strategi serta untuk program pemenangan dalam acara Pemilu pada tahun 2019 yang akan datang. Pada hari rabu tanggal 7 Februari tahun 2018 Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk Fredrich Paulus mengatakan bahwa dirinya berharap diskusi yang diadakan DPP ini dapat untuk menambah wawasan kader di dalam meningkatkan elektabilitas Golkar pada pileg dan pilpres.. Hal tersebut diungkapkan Lodewijk pada saat pembukaan diskusi yang membawa tema “Membaca peluang kebijakan strategis Hankam Hukum, dan HAM serta Hubungan luar negeri dan diaspora untuk meraih kemenangan elektoral ditahun 2019” Kantor DPP dari Partai Golkar.

Pada acarate yang diadakan terrsebut didatangi dua pengamat Militer serta Pertahanan Andi Widjajanto serta Edi Prasetyono. Kemudian juga didatangi ketua Korbid Hankamn Luar Negeri serta Diaspora dari DPP Partai Golkar yang bernama Happy Bone Zulkarnain. Lodewijk juga menilai jika diskusi ini dapat memiliki dampak politik yang bisa dikatakan besar untuk Partai Golkar. Dia mengatakan bahwa diskusi ini memiliki dampak politisnya, paling utama yakni dampak elektoral untuk Partai Golkar.

Tak hanya itu saja , Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk Fredrich Paulus juga mengatakan bahwa Partai Golkar sudah mendukung Presiden RI Jokowi dalam pilpres yang akan datang sehingga Partai Golkar juga harus bentuk sebuah program agar dapat memenangkan calon yang akan dibawa. Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk Fredrich Paulus juga mengatakan selain berdiskusi Golkar juga akan membentuk suatu program yang realistis dan dapat diaplikasikan pada lapangan yang ada kaitannya dengan kebijakan strategis Hankam Hukum. Dan juga HAM lalu hubungan luar negeri serta diaspora di dalam meraih kemenangan elektoral pada tahun 2019 yang akan datang.

Kemudian untuk Ketua Korbid Hankam Luar Negeri dan juga Diaspora DPP Partai Golkar, yang bernama Happy Bone Zulkarnain juga telah menyebutkan, Partai Golkar saat ini sedang menyusun program-program yang telah aplikatif. Dirinya mengatakan bahwa saat ini sedang menyusun program yang konkrit serta implementatif dan tidak hanya menerawang. Program-program tersebut dapat dihubungkan dengan elektoral. Supaya bisa menambah perolehan suara pada saat di Pemilu 2019 yang akan datang.

Sumber Artikel : http://www.tribunnews.com/nasional/2018/02/07/dpp-golkar-gelar-diskusi-dalam-rangka-menyusun-strategi-dan-program-pemenangan-pemilu-2019