Ngopi Elite di Toraja Bareng Golkar, Sepupu Nurdin Abdullah Ungkap Alasan Dukung IYL-Cakka

Sepupu Nurdin Abdullah (NA) Karaeng Joni Latippa memberi tahu alasannya mendukung kandidat Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di depan pengurus Partai Golkar Toraja Utara.

Karjo bercengkrama santai dengan beberapa pengurus Golkar Toraja Utara yang juga ngopi di tempat itu (Distributor Green Coffee). Ia menyebutkan alasannya menyokong IYL-Cakka daripada Nurdin Abdullah. Padahal dahulu, Karaeng Joni merupakan sosok yang ikut serta berperan mengantarkan Nurdin Abdullah di Pilkada Bantaeng.

“Dari empat pasangan yang maju, IYL-Cakka menawarkan program yang sungguh-sungguh terang, terukur dan solutif. Seperti rumah produktif di segala kecamatan,” katanya melewati rilis ke Tribun, Senin (14/5/2018).

Ia melanjutkan, IYL-Cakka betul-betul paham memberdayakan warga, sekalian mendorong peningkatan kesejahteraan melewati rumah produktif.

Baca juga: Politisi Golkar Hetifah Berharap Ada Transparansi Sumber Dana Kampaye dan Penggunaanya

“Bayangkan bagaimana perhatian IYL-Cakka untuk masa depan kita segala. Di rumah produktif, benar-benar menjadi lab mengasa kemampuan warga melewati pelbagai jenis keterampilan untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru,” ujarnya.

Bukan hanya itu, rumah produktif IYL Cakka juga menjadi rumah masa depan untuk warga. Karena, melewati program ini, warga tidak sekadar diberi bantuan sesaat, tetapi terus dilatih dan ditunjang untuk mandiri

“Jadi sekarang bukan hanya bantuan sesaat dibutuhkan, baru dilepas seperti itu saja. Warga itu mendambakan program seperti rumah produktif,” tambahnya.

Atas alasan itu, ia total mendukung IYL-Cakka.

“Apalagi perkataan yang keluar dari mulut pasangan ini dapat dipegang. Bukan plin-plan atau suka berdusta,” katanya.(*)

Sumber:

  • https://www.berkahgreencoffee.com/
  • http://makassar.tribunnews.com/2018/05/14/ngopi-bareng-elite-golkar-di-toraja-sepupu-nurdin-abdullah-ungkap-alasannya-dukung-iyl-cakka

Kaca Kantor DPD Golkar Sumbar Pecah Akibat Musda Ricuh

Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Sijunjung, yang digelar di DPD Golkar Sumbar, Jalan Rasuna Said, Padang diwarnai kericuhan. Kericuhan disebabkan adanya kader yang menolak musyawarah daerah.

Musyawarah daerah digelar pada Pekan (15/4/2018) lalu. Sebelumnya Golkar Kabupaten Sijunjung telah menggelar Musda pada 2017 silam, tetapi tetap saja musyawarah perlu dilakukan kembali.

“Instruksi DPP memerintah untuk menggelar Musda kembali. Ini problem internal partai, yang terang Musda sepatutnya digelar,” kata Ketua DPD Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim saat dihubungi Langkan.id, Senin (16/4/2018).

Baca juga: Golkar Bangga Ical Klaim Sumbangkan Kader ke Partai Lain

Meski telah terjadi kejadian sampai seperti itu, dia menganggap penolakan kader itu biasa. Hendra hanya menyayangkan adanya kerusakan yang terjadi karena kejadian itu.

Dampak kericuhan sejumlah kaca di DPD Golkar Sumbar pecah. Kericuhan juga merusak benda lainnya khususnya vas bunga. Kaca Film

“Dalam dunia reformasi biasa saja adanya penolakan. Yang salah kini kan ada yang merusak. Ini permasalahan internal partai,” imbuhnya. (Anto)

Sumber:

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melaksanakan tanya jawab dengan sejumlah kader Partai Golkar di Rakernas Partai Golkar. Moses, salah satu kader Golkar Papua Barat, bercerita soal susahnya listrik di Teluk Bintuni yang belum menyala seutuhnya.

“Pemerintah Jokowi telah cukup baik mengamanatkan RI terang, Papua jelas. Persoalannya ada salah satu kabupaten yang menjadi benar-benar terkenal, kini tempat Bintuni gelap (belum terang seutuhnya),” kata Moses di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/3).

Pertanyaannya seketika ditanggapi oleh JK. Eks Ketua Biasa Partai Golkar itu akan menginstruksikan PLN agar memeriksa distribusi listrik di wilayah yang dimaksud tersebut.

“Saya akan tanyakan PLN apa yang anda sarankan. Supaya Teluk Bintuni di sana (teraliri listrik). Member Golkar di DPR, itu menyatakan kepentingan tempat. Supaya anggota Golkar berkhasiat di DPR,” jawab JK.

Pertanyaan kedua timbul dari anggota Komisi C DPRD Maluku Anos Yeremias, yang juga kader Partai Golkar. Ia mempersoalkan dilema perikanan di Maluku yang dieksploitasi oleh sejumlah pihak, namun Anos tak menyebut secara detil pihak yang dimaksud.

“Di Aru, Maluku, ada 547 pulau. Ada 85 pulau berpenghuni. Cumi ikan luar umum melainkan dieksploitasi. (Masyarakat) hanya (bisa bagi hasil) Rp 2 miliar per tahun. Hingga hari ini bagi hasil dari bermacam sektor kurang adil karena tempat kami, sementara pendapatan kami kecil membikin kami tertinggal,” keluh Anos.

“Baik di Laut Banda, di tempat lain memang ikan itu tak ada KTP-nya, bisa kemana saja. Seandainya ia tak dicokok akan lari lari ke daerah lain, ke Australia. Butuh inisiatif masyarakat jadi nelayan besar. Pemerintah punya program untuk itu, menterinya senantiasa tenggelamkan kapal asing supaya tak curi ikan,” kata JK.

“Pemerintah telah siapkan bantuan kapal. Perbankan juga bantu dan juga dibutuhkan upaya mengelola sebaiknya. Jadi hal itu tentu sungguh-sungguh menunjang masyarakat dengan bagus. Berapapun ikan tak ditangkap ia akan mati sendiri atau lari ke tempat lain,” tambah JK. Tuna Loin Indonesia Manufacturer

Suharsih, salah satu kader Golkar dari Gorontalo juga mengeluhkan seputar terhambatnya pemekaran wilayah Gorontalo menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Namun JK menegaskan kepada Suharsih bahwa pemerintah belum bisa melanjutkan sejumlah rencana pemekaran itu lantaran memakan biaya cukup besar.

Baca juga: Partai Golkar Era Airlangga Pecah Telur Bupati Jombang Kena OTT

“Pembangunan sekarang bukan dijalankan kabupaten saja. Desa pun dapat anggaran. Pembangunan itu justru mengarah ke desa. Dana desa kian besar jadi anggaran juga semakin besar. Sekiranya perbanyak kabupaten itu bahkan banyak dananya. Kita moratorium makanya.” jelasnya.

“Berapapun biayanya habis untuk biaya birokrasi. Itu jadi pertimbangan kita tak mengizinkan, apalagi Gorontalo jikalau dibagi, makin kecil lagi itu kabupaten, karenanya 5 tahun terakhir tentu kita tidak harapkan ada kabupaten Baru supaya ongkos rutin negara tidak besar,” pungkasnya.

 

Sumber Referensi:

Perjalanan liburan menggunakan motor gede ataupun jet sudah menjadi bagian hidup Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Hobi itu digelutinya sejak masih muda dan dikala dirinya sudah biasa membeli kendaraan roda empat.

Dikala masih menjadi jurnalis malah, dia mengaku telah memiliki kendaraan beroda empat asal Swedia bermerek Volvo. Dikala itu, kendaraan beroda empat tersebut sudah masuk kategori kendaraan mewah pada 1985.

Bukan hanya kendaraan beroda empat, dikala telepon pintar masih menjadi barang mewah, pria yang karib disapa Bamsoet ini telah kapabel membeli dan memilikinya. Malah Pimpinan Redaksi tempatnya berprofesi kala itu belum memilikinya.

Baca juga: Politisi Golkar Posting Jet Pribadi di Instagram, Bamsoet: Itu Kantor Punya

Bamsoet mengaku, apa yang kini dimilikinya adalah bentuk hasil dari kerja kerasnya selama ini. Seperti halnya kendaraan beroda empat koleksinya yang enggan ia ucap berapa jumlah pastinya.

“Bukan kita nyombong, artinya memang aku ada kemauan untuk mengubah hidup dengan bekerja keras. Buat kesenangan pribadi,” kata Bambang Soesatyo di Rumit Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2018).

Sebagai pejabat, politikus Golkar ini mengakui salah satu mobilnya belum didaftarkan dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Kendaraan hal yang demikian yakni kendaraan beroda empat listrik keluaran Amerika Serikat bermerek Tesla. Pabrik Tas

Mobil-mobil itu kata ia, tidak seluruh hasil hanya membeli, tetapi ada pula yang tukar tambah. “Tesla hasil jual Alphard, sebab saya seharusnya memulai kendaraan yang kecuali hemat kekuatan juga hemat lingkungan,” ujar ia.

Mengenai hobinya ini, Bamsoet melowongkan waktu liburnya untuk mengotak-atik sebagian kendaraan beroda empat koleksinya. “Sekali seminggu ke bengkel, otak-atik, ganti velg,” ungkap Bambang Soesatyo.

Sumber Referensi:

Golkar Berniat Ubah Etalase Kabinet Setnov Demi Wujudkan Impian Bangsa!

Kader Muda Golkar, Mirwan Bz Vauly, menyajikan arena Munaslub yaitu momentum paling ideal dan strategis untuk menggelorakan motivasi Golkar Baru, yakni Golkar Bersih dan Golkar Bangkit.

Pekik dan komitmen kebersamaan semua member keluarga besar partai Golkar, kata Mirwan, benar-benar diperlukan untuk mengembalikan kejayaan partai Golkar.

Demi terwujudnya hal itu, Mirwan menegaskan perlunya pembongkaran kabinet dari Ketum Golkar terdahulu, Setya Novanto. Baginya, Golkar perlu etalase baru dalam tubuh kabinetnya.

“Kami ingin dengan tegas meminta supaya kabinet Novanto didemisionerkan, untuk menyusun kembali kabinet (Kepengurusan) partai yang baru,” ujar Mirwan, Selasa (19/12/2017).

Menurut Mirwan, pembongkaran kabinet itu diperlukan untuk menanggapi harapan positif publik bahwa partai Golkar mendengar seruan rakyatnya dan tidak menutup alat pendengar. Setidaknya, dia berkeinginan para pemimpin-pemimpin daerah dari propinsi dan kabupaten kota, akan mengungkapkan sikap tegasnya supaya tubuh Golkar dibersihkan dari orang-orang yang selama ini senantiasa membebani partai dengan beragam keadaan sulit.

“Ya masalah korupsi, dekadensi budi pekerti dan perbuatan-perbuatan tidak perpuji lainnya yang merusak reputasi partai,” ujarnya.

Baca juga berita terbaru: DPP Golkar Gelar Diskusi dalam Menyusun Strategi serta Program Pemenangan Pemilu 2019

Selain itu, Mirwan merasa betul-betul penting bagi partai berlambang pohon beringin itu untuk memilih orang-orang yang mempunyai integritas pengabdian, skill keunggulan teruji dan memadai untuk didudukkan di etalase kritis alat kelengkapan DPR/MPR di senayan.

Disini Mirwan berpegant teguh untuk mengembalikan pedoman keseriusan dan janji partai Golkar sebelum-belumnya, dan mengembalikan kepercayaan rakyat.

“Saatnya Golkar menatap masa depan dengan jiwa dan raga bersih, wajah baru yang tak pernah dicatat oleh publik sebagai orang-orang yang tercela,” katanya.

Apakah masih juga betah tinggal di kawah bejana saling memanah dan lupa kalau publik diluar menunggu keberpihakan, pendampingan dan perhatian-perhatian politik.

“Kita tunggu hasil pleno hari ini. Mau menuju kemana jiwa dan raga partai golkar membawa bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.

Butuh peralatan memanah kualitas bagus? Anda dapat membelinya disini: http://master-archery.com/

Golkar Bangun Gedung Baru 5 Lantai, Dana Pembangunannya Luar Biasa!

Partai Golkar membangun Gedung Panca Bakti di Kantor DPP Partai Golkar. Petugas umum Partai Golkar Robert Joppy Kardinal mengatakan partainya menghabiskan anggaran Rp 10 miliar untuk membangun gedung baru tersebut.

“Miliar lah masak bikin demikian itu nggak miliaran tinggal dihitung saja. Puluhan miliar ya, Rp 10 miliar,” kata Robert kepada wartawan di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta, Pekan (12/11/2017).

Menurut Robert, pembangunan gedung hal yang demikian berasal sumbangan pada kader Golkar. Apalagi Golkar telah membatasi donasi untuk para kader.

“Dari kas kader simpatisan, kan ada ada. Kader Golkar hebat-hebat, DPD I ada yang ngasih lebih. Hanya sumbangan sesuai aturan partai enggak boleh berlebihan,” kata Robert.

Baca juga: Saya Tidak Kalah Tapi Dikalahkan Keterangan Babel BPJ dalam Musdalub Golkar

Gedung baru ini, berdasarkan Robert, ada lima lantai dan sedianya akan dipakai untuk para organisasi sayap Golkar. Rencananya, pembangunan gedung baru ini selesai sekitar 6 bulan, tapi rupanya molor hingga lebih dari 1 tahun.

“Sebab anggaranya enggak ada kan perlahan-perlahan, ini rencananya tadi 6 bulan. Namun ini telah 1 tahun lebih, ini kan menurut sumbangan kita bangun,” ujar Robert.

Berdasarkan catatan yang diterima detikcom, pembangunan Gedung Panca Bakti ini dimulai ketika ground breaking pada 20 Oktober 2016. Paket pekerjaan struktur selesai pada hari ini 12 November 2017 yang ditandai dengan acara topping off proyek. Kaca Film Gedung

Gedung seluas 14.000 meter persegi ini dibangun di atas tanah kompleks DPP Golkar seluas 21.606 meter persegi. Gedung ini terdiri dari basemen dan 5 lantai.

Basemen diaplikasikan untuk parkir, kantin, dan ruang pengelola. Lantai dasar untuk lobby penerima tetamu, galeri dan pameran sementara lantai mezanin untuk ruang jamuan, ruang rapat, dan perpustakaan.

Sementara itu, lantai 2 akan dimanfaatkan untuk ruang bagi organisasi sayap golkar. Lantai 3 merupakan untuk dewan pembina, dewan spesialis, dewan penasehat sementara lantai 4 untuk ruang bagi pengurus pleno DPP dan lantai 5 untuk ruang bagi pengurus inti DPP.

 

Sumber:

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membuka akses penerbangan untuk ekspor ikan dari wilayah Timur Indonesia ke negara lain.

Upaya ini untuk menjaga mutu ikan konsisten segar, mengurangi ongkos logistik sehingga harga jualnya tinggi.

Hal ini dikenalkan Menteri Susi kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan untuk memerintahkan Menhub membuka akses penerbangan tersebut.

“Membuka outliner dari Utara dan Selatan, lebih-lebih Indonesia Timur ke hub luar terdekat. Saya meminta ke Pak Menko (Luhut) untuk meminta ke Menhub langsung melaksanakan itu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Ia mengatakan, terjadi kenaikan ekspor ikan segar dari Ambon ke luar negeri sehingga membutuhkan tambahan penerbangan langsung yang menghubungkan wilayah tersebut. Sebagai figur dari Maluku, Ambon, atau Morotai menuju ke Davao, Filipina hanya memakan waktu satu jam.

“Tapi situasi sekarang ikan dari Morotai ditarik dahulu ke Bitung, lalu dari Bitung ditarik ke Makassar, baru diekspor. Dengan kapal laut, butuh waktu delapan jam, sehingga ikan tuna yang bagus tak bisa dijual segar, namun jadi frozen (beku),” jelasnya.

Padahal, Susi menuturkan, ikan-ikan yang diekspor dalam kondisi segar, harganya jauh lebih mahal daripada ikan beku. Harga jual ikan segar ekspor Canned Tuna Manufacturers Suppliers bisa menempuh US$ 15-US$ 20 per kilogram (kg).

“Kini banyak sekali ikan cakalang besar, tuna besar terpaksa diproses frozen. Karena tak ada jalan masuk penerbangan, jadi semestinya masuk ke Bali dahulu contohnya, baru diekspor karena lebih dari satu hari, kurang bagus kualitasnya,” Susi mengatakan.

Ia ingin, ada hub-hub baru yang menghubungkan daerah di Utara dan Selatan dengan negara lain, seperti ke Darwin, Brisbane, Perth.

Baca juga: Partai Golkar Era Airlangga Pecah Telur Bupati Jombang Kena OTT

Dengan demikian, ongkos logistik akan jauh lebih murah. Dikala ini, ikan dari Kupang ditarik ke Jakarta untuk kemudian diekspor yang membikin ongkos kontainer jadi lebih mahal. Sedangkan jika seketika ada penerbangan dari Kupang ke Darwin, biayanya hanya US$ 600 saja.

“Ini yang mesti dikerjakan supaya tak melulu pakai hub Jakarta, Makassar lagi,” tegasnya.

Membuka jalan masuk penerbangan di Utara dan Selatan, kata Susi, juga akan mendongkrak jumlah kunjungan pelancong mancanegara ke Indonesia. “Jika ada penerbangan ke Davao, kita turut mengoptimalkan pariwisata. Banyak turis yang bisa masuk dari sana ke Morotai, atau Biak karena dekat dengan Raja Ampat,” pungkas Susi.

 

Sumber Referensi: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3133647/menteri-susi-ingin-menhub-buka-penerbangan-untuk-ekspor-ikan

https://www.cannedtunamanufacture.com/