Selempang yang Hilang: Mengenang Pancasila

INDONESIA negara berpulau-pulau, bersuku-suku, banyak beda-bedanya daripada sama-samanya. Meskipun begitu, tujuannya satu. Ini kata guru SD. Makanya, kata Pak Samingoen, nenek moyang kita menyebutnya Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi satu tujuan.

 

Kata-kata itu lalu ditulis pada selembar kain. Seekor burung kemudian mencengkeramnya. Membawanya keliling Nusantara. “Nama burung itu Garuda Pancasila,” kata Pak Samingoen. Kita sudah hapal sangat. Makanya, waktu Bu Kasur nyanyi “Garuda Pancasila, akulah pendukungmu”, kita bisa mengikutinya dengan saksama.

Tapi burung itu sekarang sdh punah. Selembar kain yang kemudian jadi selempang bertulis Bhinneka Tunggal Ika itu juga sudah entah ke mana. Padahal selempang “Bhinneka” itu harus tetap ada. Itu identitas kita yang membuat kita dihargai dan dihormati orang.

Nilai selempang “Bhinneka Tunggal Ika” bagi Indonesia kira-kira sama dengan selempang bertulis “Miss Universe” bagi Gabriela Isler. Waktu cewek asal Venezuela itu jalan-jalan keliling dunia dengan selempang “Miss Universe”, pada 2013, di setiap negara yg disinggahi ia disambut karpet merah. Ada puja-puji, juga jamuan makan malam dengan para pemuka negara. Dengan selempang itu, Gabriela memang jadi wanita paling bermartabat di muka bumi.

Kini ia tak punya selempang itu. Ada wanita lain, dari negara lain, Paulina Vega dari Kolumbia yg merenggut selempang itu dari tubuhnya. Padahal tanpa selempang itu, Gabriela tak ubahnya wanita lain, yang di mata pria bisa dikategorikan “wanita kira-kira” atau “wanita tanyaan”. (Kira-kira bisa diajak tidur nggak ya. Atau ditanya: Berapa semalam?) Hampir semua lelaki memang sialan kalau lihat cewek seronok kayak Gabriela.

Nasib Indonesia sekarang kurang lebih seperti Gabriela itu. Di mata dunia, dikategorikan seperti “negara kira-kira” dan “negara tanyaan”. Kira-kira bisa dikuasai nggak ya. Kira-kira bisa dipecah-belah nggak ya. Atau ditanya: Berapa harga satu undang-undang? Berapa harga pejabat negaranya? Berapa harga Papua yang kaya sumber daya alamnya?

Lebih dari itu, Indonesia tanpa selendang “Bhinneka Tungal Ika” rasanya memang akan jadi tidak lucu. Kalau tidak hati-hati, persepsi pun bisa diseragamkan. Misalnya soal pornografi. Padahal yang kata kita porno, di Sanur merupakan pemandangan harian, untuk semua umur lagi. [***]

 

Pesan Selempang Wisuda ? Hubungi 0815-1463-6699 / 0813-8058-0479 WA/SMS/CALL

Selempang Wisuda

Lestarikan Buah Kurma di Tanah Air dengan Eco Masjid

Ikatan Istri Partai Golkar yang merupakan badan otonom dari DPP Partai Golkar, terus mengadakan kegiatan sosial untuk mengisi Ramadan tahun ini.

Mereka juga menggelar acara Eco Masjid dalam bentuk dukungan konkret, yakni mendukung program internasional Go Green dan program Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Eco Masjid merupakan rangkaian program Gebyar Ramadan 1437 H dari Ikatan Istri Partai Golkar, yang telah dimulai berturut-turut di Aceh, Sinabung, Lombok, dan Riau.

Selain Eco Masjid, Ikatan Istri Partai Golkar juga telah menjalankan program Tebar 10.000 Mukena, santunan, dan pasar murah.

“Setidaknya ada dua poin yang hendak kita capai melalui program Eco Masjid ini,” kata Ikatan Istri Partai Golkar Deisti Setya Novanto dalam keterangannya, Kamis (23/6/2016).

“Pertama, memberikan edukasi kepada masyarakat muslim di seluruh Indonesia, untuk melestarikan lingkungan hidup yang dimulai dari basis kegiatan masyarakat muslim, yaitu masjid,” sambung dia.

Kedua, lanjut Deisti, mengenalkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat muslim, bahwa buah kurma ternyata dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di Tanah Air.

“Selain itu kurma dipercaya sebagai sumber ketahanan pangan energi dunia di masa yang akan datang,” kata dia.

Ketiga, masjid di Kota Bogor terpilih dijadikan sebagai launching program Eco Masjid, lantaran Bogor telah lama dikenal sebagai kota hujan. Tapi, kini sudah mulai terkena dampak pembangunan.

“Bogor sudah mulai tidak sejuk lagi,” ucap Deisti.

Target 50 Masjid

Deisti menuturkan, program Eco Masjid akan dilakukan di 50 masjid di Jabodetabek, dan dilakukan secara bertahap.

“Kami mengambil Ramadan ini sebagai momen diluncurkannya program Eco Masjid. Semoga memberikan keberkahan atas niat dan program yang kita canangkan,” kata Deisti.

Dia mengatakan, pihaknya memberikan empat bibit pohon kurma kepada Yayasan dan DKM Mesjid Jabal Nur, Sentul City, Bogor, hari ini, sekaligus penanaman secara simbolik di pelataran masjid.

“Insya Allah, dengan sinergi yang terjalin antara Ikatan Istri Partai Golkar, komunitas kurma Indonesia dan masjid-masjid di Jabodetabek, kita akan menghadirkan masjid yang indah, hijau, dan nyaman sebagai pusat ibdah dan kegiatan masayarakat muslim Indonesia,” pungkas Deisti.

HUT ke-52, Golkar Bagi-Bagi Hadiah Rumah dan Mobil di Bengkulu

Jakarta Dalam rangkaian HUT ke-52, Partai Golkar menggelar jalan santai di Bengkulu. Antusiasme warga mengikuti acara tersebut, membuat Golkar seperti bangkit dari tidur di provinsi tersebut.

“Luar biasa antusiasme masyarakat Bengkulu ini, semangatnya hebat, dari pagi sudah ramai berkumpul di lapangan bersama keluarganya,” kata Ketua Umum Golkar Setya Novanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2016).

“Ini merupakan acara Golkar pertama kali yang diadakan di Bengkulu, setelah Partai Golkar tertidur lama di Bengkulu,” sambung dia.

Novanto bersama Ketua Golkar Bengkulu Ridwan Mukti yang juga gubernur Bengkulu, membuka gerak jalan santai tersebut.

Jalan santai ini dimulai dari sport center Pantai Panjang sejauh lima kilometer. Acara ini dihadiri sekitar 70 ribu masyarakat Bengkulu.

Selain Ridwan Mukti, Novanto juga didampingi istrinya, Deisty Novanto, serta Bendahara Umum Golkar Robert Kardinal, dan Ketua Bidang Kesra Golkar Roemkono.

Rangkaian HUT ke-52 Partai Golkar ini akan berlangsung terus-menerus di berbagai daerah. Puncaknya pada 20 Oktober 2016 di Jawa Timur.

Dalam acara jalan santai ini, Partai Golkar memberikan hadiah dooprize senilai ratusan juta rupiah. Hadiah berupa satu unit rumah, mobil, motor, 10 tiket perjalanan umroh, dan banyak lagi hadiah lainnya.

Acara Golkar tersebut juga dimeriahkan beberapa artis Ibu Kota seperti Melanie Ricardo, Ricky Harun, Vina Panduwinata, dan Ussy Sulistyawati.

Rayakan Ultah, Golkar dapat “Kado Spesial”

WE Online, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan ada kado istimewa di hari Ulang Ulang Tahun ke 51. Ical sapaan akrab Aburizal Bakrie menyatakan, hadiah itu terkait keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Yang isinya menyatakan bahwa yang sah adalah Musyawarah Nasional (Munas) Bali, dan menyatakan Munas Ancol tidak sah, dan segala keputusan yang diambil dalam Munas Bali dianggap sah. Itulah satu hadiah istimewa bagi Partai Golkar,” kata Ical saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Sementara itu, Ical meyakini, untuk keputusan dari Mahkamah Agung (MA) tentang sah atau tidaknya sah surat dari Kementerian Hukum dan HAM mengesahkan Munas Ancol, dalam bentuk keputusan Kasasi dapat keluar dalam waktu dekat ini.

Diharapkan, seluruh pihak kelak dapat menerima seluruh keputusan hukum sesuai dengan tiga kesepakatan yang disetujui bersama antara kepengurusan Golkar hasil Munas Bali dan Ancol, Jakarta.

“Pada Desember disepakati tiga hal, pertama menghormati keputusan hukum, yang kedua bagi yang menang mengajak yang kalah, dan yang kalah mendukung yang menang, sementara ketiga tidak akan membuat partai baru. Karena itu kita mengharapkan ini diterima pak Agung Laksono,” ujar Ical.

Dikatakan, apabila tiga kesepakatan tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka Golkar memiliki waktu yang cukup yakni empat tahun dalam melakukan konsolidasi kembali kekuatan Golkar.

“Kalau melihat keputusan banding yang menguatkan keputusan pengadilan negeri jakarta utara mengatakan mengesahkan seluruh hasil munas bali artinya adalah bahwa kepengurusan saya berakhir pada 2019. karena itu kita harapkan semua pihak mengikuti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” pungkasnya.

Hadiri Acara Golkar, Sri Mulyani Dapat Kejutan Perayaan Ultah

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini memenuhi undangan Workshop Nasional Perempuan Legislatif, Eksekutif dan Kader Partai Golkar. Acara tersebut digelar oleh para kader Partai Golkar dari kaum Perempuan.

Namun sebelum acara dimulai, Ketua Umum PP Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya (KPPG) Ula Nurachwati yang menjadi moderator mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sri Mulyani yang lahir pada 26 Agustus 1962.

“Ibu menteri ini lahir 26 Agustus, beliau ulang tahun,” tuturnya disambut riuh para anggota KPPG di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (27/8/2017).

Setelah itu, acara pun dimulai. Sri Mulyani memberikan pidato selama lebih dari 50 menit. Setelah itu diisi dengan tanya jawab.

Namun ketika sesi pembicara Sri Mulyani habis, KPPG memberikan kejutan kepadanya. Salah seorang kader membawakan kado ulang tahun sembari menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

 

Dengan muka penuh senyum, Sri Mulyani meniup lilin dari kue yang diberikan oleh KPPG. Potongan pertama kuenya pun diberikan kepada Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Selain memberikan kejutan berupa kue, KPPG juga memberikan kado berupa doa. Mereka berharap Sri Mulyani bisa semakin sukses dan membuat bangga para perempuan Indonesia

Kado istimewa kami adalah doa, semoga ibu Sri Mulyani tetap diberikan kesehatan oleh Allah, dilindungi, dan mendapatkan kesejahteraan dalam diri. Untuk itu kita bacakan Al-Fatihah,” kata Ula.

 

Menurut Ula sosok Sri Mulyani memang sudah cukup membuat para perempuan Indonesia bangga. Apalagi dirinya pernah menjadi salah satu pejabat penting di Bank Dunia.

“Yang membuat kita bangga jadi perempuan Indonesia, adalah ketika beliau kembali ke Indonesia untuk membenahi persoalan-persoalan yang khususnya di bidang ekonomi,” ujarnya.

 

Tidak hanya itu, mereka juga kagum dengan fisik Sri Mulyani yang masih tampil muda nan cantik. Padahal dirinya sudah memiliki cucu.

“Ibu Sri Mulyani ini seorang perempuan langsing yang diam-diam sudah punya cucu 3. Enggak kelihatan,” ujar Ula. (mkj/mkj)