Jakarta. Kelompok Golkar Pilih Zainudin Amali Menjadi Ketua Komisi II DPR. Dalam rangka penunjukan Ketua Komisi II DPR ini, untuk Posisi ini sebelumnya diduduki oleh Rambe Kamarulzaman.

Golkar Rambe, Kamarulzaman, Zainudin Amali, Ketua Komisi II
Golkar Rambe, Kamarulzaman, Zainudin Amali, Ketua Komisi II

Idrus Marham atau kerap dikenal Sekretaris Jenderal Partai Golkar menjelaskan, pergantian ini untuk meningkatkan kinerja Partai Golkar di semua lini, termasuk di DPR.

“Kita tingkatkan efektivitas partai di seluruh lini, maka itu rotasi ini juga mungkin awal tahun ke depan pasti kita lakukan ya. Jadi posisi-posisi itu akan dievaluasi setiap tahun,” kata Idrus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Dalam hal tersebut, Menurut dia, keputusan ini diambil setelah DPP Partai Golkar menggelar rapat dengan Fraksi Golkar di DPR. Pada rapat tersebut, keduanya memutuskan penggantian Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Golkar.

“Memang sudah diganti bukan bakal diganti, alasannya Pak Rambe itu rangkap dua, nanti kita lihat efektivitasnya,” tandas Idrus.

Demikian tentang berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Penawaran Posisi Golkar pada Akom. Dalam memberikan kursi Ketua DPR kembali kepada Setya Novanto, Ade Komarudin ikhlas untuk menyerahkannya. Oleh karena itu, Partai Golkar pun akan memberikan posisi untuk pria yang karib disapa Akom ini.

Penawaran Posisi Golkar pada Akom
Penawaran Posisi Golkar pada Akom

“Kesepakatan memberikan tempat terhormat bagi dia (Akom). Dia boleh pilih, ke dalam atau luar. Kita tawarkan bisa ke DPP, fraksi,” ungkap Yorrys saat dihubungi di Jakarta.

Yorrys juga menjelaskan, Tak hanya ke dalam DPP atau Fraksi Partai Golkar saja, ia juga bisa mendapat jabatan kenegaraan.

“Bisa keluar, bisa jabatan kenegaraan seperti Dubes, BPK, OJK, itu jadi tugas partai mengkomunikasikan,” jelas Yorrys.

Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga menyebut kalau Akom nantinya diberikan posisi sebagai balasan atas sikap ‘legowo’ nya menerima diganti dari Ketua DPR. Idrus menyebut, ada banyak proyeksi jabatan untuk Akom. Karena menurutnya, posisi Akom akan diputuskan oleh DPP Golkar.

“Tidak etis kalau saya mengatakan jadi ini, jadi ini, jadi ini. Tapi yang pasti, selaku Sekjen saya akan habis-habisan memperjuangkan Akom pada posisi‎,” ucap Idrus Marham ditambahnkan.

Demikian tentang Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Keyakinan Idrus Agar Partai Lain Memahami Keputusan Golkar. Seperti yang di jelaskan oleh Idrus Marham atau Sekretaris Jenderal Partai Golkar, ia meyakini fraksi-fraksi yang ada di DPR akan memahami dan saling menghargai apa yang menjadi keputusan sesama partai politik khususnya terkait pergantian ketua DPR.

Keyakinan Idrus Agar Partai Lain Memahami Keputusan Golkar
Keyakinan Idrus Agar Partai Lain Memahami Keputusan Golkar

“Paket fraksi dalam UU MD3 dan tata tertib jelas, sehingga kami yakin teman-teman di partai politik dan fraksi sebagai mitra kami pasti akan pahami dan saling menghargai sesama partai politik,” kata Idrus di gedung DPR, Jakarta.

Ia mengatakan tidak dalam posisi untuk mengomunikasikan pergantian ketua DPR dengan fraksi-fraksi yang ada di DPR. Ia hanya meyakini para anggota DPR pasti memahami aturan yang ada.

“Kami bertemu dengan Pak Surya Paloh, Bu Megawati, Pak Zulkifli Hasan dan melakukan komunikasi dengan prinsip saling menghargai,” ujar Idrus.

Sebelumnya, DPP Partai Golkar telah secara bulat dan aklamasi akan melakukan pergantian ketua DPR dari Ade Komarudin kembali kepada Setya Novanto. Terkait keputusan ini, Partai Golkar telah mengirim surat kepada Fraksi Golkar di DPR dan pimpinan DPR.

Demikian Brita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Rencana Wanbin Golkar Soal Kembalikan Setnov Ketua DPR. Aburizal Bakrie atau biasa disebut ical dan juga sebagai Ketua Dewan Pembina (Wanbin) Golkar mengatakan soal pengembalian posisi Setnov sebagai ketua DPR. Sebenarya pada penyerahan posisi tersebut ical sempat keberatan. dan akhirnya, Ical merestui Ketua Umum Golkar itu kembali menjabat sebagai ketua DPR.

Rencana Wanbin Golkar Soal Kembalikan Setnov Ketua DPR
Rencana Wanbin Golkar Soal Kembalikan Setnov Ketua DPR

Hal lain dari Yorrys Raweyai atau Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Golkar menjelaskan, dirinya dan Idrus Marham (Sekjen Golkar) memberi argumentasi yang akhirnya membuat Ical menerima keputusan pergantian Akom.

“Kemarin dari pembina ada 15, DPP 12 orang. Kita beri argumentasi, kasih pandangan. Sampai kesepakatan menerima itu. Yang bicara sekjen (Idrus Marham) dan saya,” ungkap Yorrys saat dihubungi di Jakarta.

Soal gugatan tentang penggantian Akom, Yorrys, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar tidak mempermasalahkan. Namun sebagai ketua umum partai, Setnov dirasa akan sulit konsenterasi apabila merangkap jabatan. Apalagi tahun depan dianggap sebagai tahun politik, akan ada banyak pembahasan undang-undang dan berbagai situasi politik lainnya.

Anggapan dari Ical untuk Ketua DPR harus fokus. DPP Golkar pun menjamin Setnov siap menjalankan tugas dengan baik karena konsolidasi internal usai adanya dualisme telah dilakukan enam bulan belakangan secara intensif.

“Saya pikir pertimbangannya obyektif. Sebagai ketum partai, konsolidasi internal total sudah enam bulan secara intensif. Masalah internal bisa dilakukan bersama struktur yang ada di DPP, bisa menunjang dia. Jadi dia (Setya Novanto) bisa lebih fokus pada DPR juga,” ujar Yorrys.

Diatur Bersama Ketua Harian.
Yorrys menyatakan, Setnov kan tetap menjalankan tugas sebagai Ketum Golkar. Sistem pembagian tugas nantinya akan diatur bersama Ketua Harian dan petinggi di DPP lainnya.

“Pak Idrus menjelaskan soal itu (kepada Ical), saya memperkuat soal mekanisme yang sudah kita lakukan sampai pleno,” ujar Yorrys.

Terlebihnya, pengakuan Yorrys, Dewan Pembina dan dewan-dewan lainnya sempat kaget dengan rencana pergantian Ketua DPR yang diumumkan tanpa ada konsultasi terlebih dahulu. Akan tetapi, setelah pertemuan kemarin dan DPP memberi argumentasi, Ical yang juga merupakan mantan Ketum Golkar itu akhirnya menerima.

“Ini soal cara, yang menurut mereka itu etika. Kenapa tidak bicarakan dulu dan langsung diputuskan ke pleno. Mereka kaget. Akhirnya kita jelaskan. Proses sudah dilakukan setelah setelah putusan MK (Mahkamah Konstitusi),” jelas Yorrys.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pembina (Wanbin) Partai Golkar menggelar pertemuan tertutup selama 2 jam 45 menit di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam beberapa keputusan dari pertemuan tersebut telah dihasilkan. Satu di antaranya adalah setuju mengembalikan kursi ketua DPR dari Ade Komarudin ke tangan Setya Novanto.

“Wanbin dan DPP menyetujui Ade Komarudin akan digantikan Pak Novanto,” ucap Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Demikian tentang Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Golkar Perjuangkan Jabatan Terhormat Untuk Akom. Idrus Marham atau yang dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar, memastikan akan memperjuangkan jabatan yang tak kalah terhormatnya dari Ketua DPR untuk Ade Komarudin (Akom).

Golkar Perjuangkan Jabatan Terhormat Untuk Akom
Golkar Perjuangkan Jabatan Terhormat Untuk Akom

Kebijakan Partai Golkar yang diterima Akom dengan lapang dada, dengan siap meninggalkan posisi Ketua DPR, menjadi pertimbangan tersendiri.

“Saya secara pribadi teman Akom dan saya tahu Akom. Dengan sikap penerimaan Akom terhadap kebijakan partai dan sikap legowo, itu menjadi modal politik saudara Akom yang harus dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh Golkar tentang proyeksi posisi yang akan kita perjuangan dan ditempatkan ke depan,” kata Idrus di gedung DPR, Jakarta.

Idrus menjelaskan, banyak posisi yang tidak kalah terhormatnya dengan ketua DPR. Apalagi Akom selama ini menunjukkan dedikasi, kemampuan, dan sikap kenegarawanannya.

“Kan banyak proyeksi. Banyak, nanti semua itu akan diputuskan di DPP Partai Golkar. Tidak etis kalau saya mengatakan jadi ini, jadi ini, jadi ini. Tapi yang pasti, selaku sekjen saya akan habis-habisaan memperjuangkan Akom,” kata Idrus.

Tidak hanya itu, Idrus juga mengatakan bahwa DPP Golkar juga akan tetap melakukan pembicaraan dengan Akom. Misalnya ketika ada posisi yang dipertimbangkan, tapi Akom tidak merasa nyaman maka akan dicari hingga ditemukan kesepakatan yang bersama.

“Itu janji saya secara pribadi. Dan tentu ini menjadi keputusan DPP Partai Golkar,” kata Idrus.

Sebelumnya, DPP Partai Golkar telah secara bulat dan aklamasi akan melakukan pergantian ketua DPR dari Ade Komarudin kembali kepada Setya Novanto. Terkait keputusan ini, Partai Golkar telah mengirim surat kepada Fraksi Golkar di DPR dan Pimpinan DPR.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Persetujuan Aburizal Bakrie, Setnov jadi Ketua DPR. Aburizal Bakrie atau kerap dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar akhirnya merestui Setya Novanto (Setnov) kembali menjabat Ketua DPR. Terkait dengan hal ini, pria yang biasa disapa dengan ical itu menolak dengan alasan Setnov saat ini menjabat Ketua Umum Golkar.

Persetujuan Aburizal Bakrie, Setnov jadi Ketua DPR
Persetujuan Aburizal Bakrie, Setnov jadi Ketua DPR

Lalu kenapa Ical akhirnya menyetujui Setnov kembali menduduki kursi Ketua DPR?

“Saya kembalikan ke Pak Novanto. Beliau menyatakan siap menjabat keduanya dan akan mencurahkan waktunya untuk menyelesaiakan persoalan kenegaraan melalui DPR dan persoalan partai,” tutur Ical usai melakukan pertemuan tertutup dengan jajaran pengurus DPP Partai Golkar di Wisma Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam rapat yang berlangsung sekitar 2 jam 40 menit itu, Dewan Pembina Partai Golkar dan pengurus DPP Partai Golkar juga bersepakat akan menempatkan Ade Komarudin pada posisi penting dalam partai atau jabatan kenegaraan lainnya.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Perjalanan Setnov Sebagai Ketua DPR. Setya Novanto atau yang biasa dipanggil dengan Setnov tengah menjalani perjalanan sebagai ketua DPR yang terlebihnya menggantikan posisi Ade Komarudin (Akom) yang di prediksi akan berjalan mulus.

Perjalanan Setnov Sebagai Ketua DPR
Perjalanan Setnov Sebagai Ketua DPR

Seperti yang dijelaskan oleh Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) atau Rahmat Bagja, pergantian pimpinan atau alat kelengkapan dewan merupakan hak tiap-tiap fraksi.

Tidak hanya itu, apabila Setnov mendapatkan restu internal partai dan fraksi Golkar di DPR, kata Bagja, orang nomor satu di Golkar itu bisa melenggang ke kursi tertinggi di DPR.

“Jika fraksi Golkar ingin menunjuk Pak Novanto lagi, itu hak fraksi Golkar,” kata Bagja saat dihubungi.

Terkait dengan hal tersebut, untuk menanggapi berbagai isu yang berkembang, Bagja menilai wajar jika terjadi pro kontra dalam pergantian posisi di DPR apalagi pergantian Ketua.

Ada lagi, meski dikaitkan dengan isu Papa Minta Saham yang menyudutkan Setnov. Bagja menilai, kasus yang disidangkan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tersebut tidak terbukti dan nama Setnov sudah dipulihkan.

“Menurut saya tidak ada aturan hukum yang dapat menghalangi Pak Novanto menjadi ketua DPR lagi. Penolakan kepada Pak Novanto itu karena opini yang dibangun di masyarakat, kasus itu sangat dipengaruhi opini, seperti ada yang menggiring opini itu,” ucap Bagja.

Terlebihnya, MKD lanjut Bagja adalah sebagai lembaga pengawas etik yang bertugas mejaga marwah DPR . Saat ini MKD juga tengah menerima empat laporan terhadap Ketua DPR Ade Komarudin.

“Kalau mau fair ya tangani juga kasus Akom, empat laporan belum setahun beliau menjabat. MKD harus tetap independen dan profesional, harus berani,” ujar Bagja.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber