Jakarta. Konsekuensi Golkar dan Nasdem Soal RUU Pemilu. Soal amanat presiden (Ampres) dan draf Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu), DPR telah menerimanya pada Jumat, 21 Oktober 2016 lalu. Terkait dengan hal tersebut, DPR hanya memiliki waktu singkat kurang lebih enam bulan untuk merampungkannya pada April 2017 mendatang.

Konsekuensi Golkar dan Nasdem Soal RUU Pemilu
Konsekuensi Golkar dan Nasdem Soal RUU Pemilu

“Ini waktu yang lebih sedikit dibanding kurun waktu pembahasan yang sama di periode sebelumnya,” kata anggota Komisi II DPR dari fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian di Jakarta.

Hetifah menjelaskan bahwa dalam waktu yang singkat itu, DPR harus membahas beberapa isu strategis dalam RUU yang bakal menyita banyak perhatian ini. Di antaranya adalah soal penyelenggara, peserta, dan calon.

“Juga terkait penanganan pelanggaran, penyelesaian perselisihan, jenis-jenis partisipasi masyarakat, ketentuan sanksi akademik, dan sanksi pidana,” papar Hetifah.

Tidak hanya itu, Hetifah menjelaskan, konsekuensi dari beberapa isu strategis tersebut akan berpengaruh pada sejumlah hal.

Tekait dengan hal ini, sistem partai politik yang meliputi sistem rekruitmen caleg dan capres, pendanaan parpol, pemenuhan kuota caleg perempuan, sistem kampanye baik pilpres maupun pileg, kerja sama antarcalon saat kampanye.

“Kedua, sistem koalisi dalam pilpres yang akan dilakukan pra-pileg. Dan berikutnya, adakah batas ambang dalam menentukan presiden? Dalam RUU, 20 persen menggunakan pemilu 2014, apakah itu relevan, karena presidennya kan untuk 2019. dan juga terkait perubahan perilaku pemilih,” sambung dia.

Dalam proses menjalankan pengkajian RUU pemilu, Hetifah menyebut Partai Golkar siap bersama fraksi dari partai lain.

“(Partai Golkar) siap mendengar berbagai argumen dari setiap opsi yang ada dan memilih sistem yang terbaik,” ucap dia.

Putusan MK.
Sementara itu, terkait RUU Pemilu yang di antaranya mengusulkan dengan sistem terbuka terbatas, Partai Nasdem mengisyaratkan menolak usulan tersebut.

Wakil Ketua Fraksi Nasdem, Johnny G Plate menegaskan partainya berpegang pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 22-24/PUU-VI/2008 yang menyebut Pemilu harus dengan sistem proporsional terbuka.

“Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan bila lolosnya calon anggota legislatif didasarkan pada suara terbanyak,” ujar Johnny di Jakarta.

Menurut dia, sistem Pemilu 2019 ini nantinya akan menjadi bahasan serius di DPR. Namun ia mengingatkan sesengit apapun pembahasan itu nantinya tetap mengacu pada Putusan MK.

“Sistem terbuka atau tertutup akan menjadi pembahasan yang strategis namun harus terap mengacu pada keputusan MK terkait dengan nomor urut dan daftar terbuka,” jelas Johnny.

Berikut ini sistem Pemilu usulan pemerintah seperti tercantum dalam draf RUU Pemilu Pasal 138.

Pasal 138

(2) Pemilu untuk memilih memilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka terbatas

(3) Sistem proporsional terbuka terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan sistem Pemilu yang menggunakan sistem proporsional dengan daftar calon yang terbuka dan daftar nomor urut calon yang terikat berdasarkan penetapan partai politik

Mekanismenya lalu diperjelas di lampiran. Berikut penjelasan di RUU Pemilu soal Pasal 138:

Yang dimaksud dengan ‘daftar calon terbuka’ adalah daftar calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dicantumkan dalam surat suara Pemilu Anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota secara berurutan yang ditetapkan oleh partai politik.

Yang dimaksud dengan ‘daftar nomor urut calon yang terikat’ adalah daftar nomor urut calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota yang ditetapkan oleh partai politik secara berurutan yang bersifat tetap.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Partai Golkar Siak Peduli Kesehatan

DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak melakukan baksos di Kampung Berumbung Baru, Kecamatan Dayun, pada minggu (23/10). Bakti sosial tersebut berupakan fogging (pengasapan). Hal ini dilakukan sebagai wujud kepeduluan Partai Golkar terhadap kesehatan masyarakat.

Kegiatan bakti sosial ini diselenggarakan sebagai salah satu bagian dalam rangka HUT Partai Golkar ke-52. Selain itu, Indra Gunawan selaku Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak menyerahkan bantuan tanaman buah-buahan dan sembako kepada masyarakat di Kampung Berumbung Baru.

Indra Gunawan saat kegiatan bakti sosial menyatakan bahwa kader Partai Golkar ikut bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan (smart detox) masyarakat. “Kegiatan ini salah satu bukti tanggung jawab partai dan kader Golkar dalam membentuk masyarakat yang sehat,” kata Indra.

DPD II Partai Golkar langsung melakukan fogging, karena mendapat informasi bahwa saat ini ada beberapa warga di Kampung Berumbung Baru menderita DBD.

Indra mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan sebuah kepedulian dari Partai Golkar kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa, indeks pembangunan manusia (IPM) salah satu indikator pentingnya adalah kesehatan masyarakat.

“Prinsipnya, upaya menciptakan masyarakat sehat adalah urusan wajib yang harus diperjuangkan  pemerintah. Ke depan urusan wajib ini harus menjadi prioritas beriringan dengan bidang pendidikan dan infrastruktur di Kabupaten Siak,” pungkasnya.

Jakarta. Antisipasi Setya Novanto Dengan AMPG Terhadap Ancaman Generasi Muda. Penutupan Jambore Nasional Siaga Karya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) 2016, lansung di pimpin oleh Ketum Golkar Setya Novanto di EX Golf Driving Range Senayan, Jakarta. Dalam sambutannya, Novanto mengajak seluruh anggota AMPG untuk menjadi kader bela negara dan kader Golkar yang tangguh.

Antisipasi Setya Novanto Dengan AMPG Terhadap Ancaman Generasi Muda
Antisipasi Setya Novanto Dengan AMPG Terhadap Ancaman Generasi Muda

Setya Novanto mengatakan “Ancaman terhadap kelangsungan generasi muda, bahaya radikalisme, teroris, penyalahgunaan narkoba, ancaman nyata generasi muda dewasa ini, saudara harus waspada dan turut ambil bagian atasi masalah tersebut,”.

Kemuadian Ia juga membujuk para kader AMPG untuk ikut serta dalam antisipasi tantangan dan ancaman terhadap kelangsungan Golkar kapan dan di mana saja.

“Harus mampu ajak gernasi muda dengan memperjuangan Golkar. Terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan sampaikan visi dan misi Golkar, harus mau ditugaskan saat Pilkada, Pileg, dan Pilpres,” ujar Setnov.

Terlebihnya, kader Golkar Yorrys Raweyai, Robert Joppy Kardinal, Ketua Umum AMPG Fahd El Fouz A Rafiq dan kader Golkar lainya juga mengadiri acara penutupan Jambore AMPG 2016 tersebut.

Tutup Jambore AMPG, Setya Novanto Ingatkan Ancaman Generasi Muda.
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pimpin langsung penutupan Jambore Nasional Siaga Karya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) 2016, di EX Golf Driving Range Senayan, Jakarta. Kemudaian untuk penghadiran Setnov, ia mengajak seluruh anggota AMPG untuk menjadi kader bela negara dan kader Golkar yang tangguh.

“Ancaman terhadap kelangsungan generasi muda, bahaya radikalisme, teroris, penyalahgunaan narkoba, ancaman nyata generasi muda dewasa ini, saudara harus waspada dan turut ambil bagian atasi masalah tersebut,” kata Novanto.

Pria yang akrab disapa Setnov ini juga mengajak kader AMPG untuk ikut serta dalam antisipasi tantangan dan ancaman terhadap kelangsungan Golkar kapan dan di mana saja.

“Harus mampu ajak gernasi muda dengan memperjuangan Golkar. Terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan sampaikan visi dan misi Golkar, harus mau ditugaskan saat Pilkada, Pileg, dan Pilpres,” ujar Setnov.

Dalam penutupan Jambore AMPG 2016 ini dihadiri kader Golkar Yorrys Raweyai, Robert Joppy Kardinal, Ketua Umum AMPG Fahd El Fouz A Rafiq dan kader Golkar lainya.

Demikian tentang berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Keyakinan Golkar Untuk Ahok Menang di Pilkada DKI 2017. Keyakinan tersebut di sampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi. ia mengatakan bahwa yakin bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menang di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Keyakinan Golkar Untuk Ahok Menang di Pilkada DKI 2017
Keyakinan Golkar Untuk Ahok Menang di Pilkada DKI 2017

Namun, sempat ‘dihajar’ isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA), namun menurut dia, hal tersebut bukan menjadi penghalang karena Ahok pemimpin yang diinginkan warga Jakarta.

“Warga Jakarta sudah bicara tentang kota yang modern. Tentang fasilitas yang modern dan sesuai standar megapolitan. Jadi saya yakin betul Februari 2017 warga akan memilih yang mana yang bisa menghadirkan konsep kota modern,” kata Fayakhun di Senayan, Jakarta.

“Karena ini masyarakat global kira semua sudah lihat kota-kota lain,” imbuh Fayakhun disampaikan.

Anggota Komisi I DPR I berujar, warga Ibu Kota lebih menginginkan Jakarta benar-benar menjadi kota modern seperti kota-kota besar negara tetangga.

“Kita sudah melihat kota terdekat Singapura, kita bisa melihat Tokyo. Kita sudah bisa melihat kota Sydney. Jadi sebenarnya kita tahu Jakarta ini mau ke mana,” ujar Fayakhun.

Fayakhun mengatakan, ada perbedaan tentang pemilih di Jakarta dengan para elite politik yang kerap menyerang Ahok, baik itu soal kasus SARA maupun soal kebijakan-kebijakan Ahok selama ini.

“Jadi menurut saya logika voters berbeda dengan logika elit, kalau logika voters mereka sudah mendambakan itu. Mereka ingin Jakarta menjadi kota megapolitan yang standarnya dunia,” ujar Fayakhun.

Demikian berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Dukungan Golkar Terhadap Jokowi, Inginkan Kadernya Tidak Menghambat APBD. Dukungan penuh partai Golkar terhadap Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, di hitung dari tingkat pusat hingga daerah. Terlebihnya, DPP Golkar menginstruksikan seluruh kader di legislatif daerah untuk tidak menghambat pembahasan APBD.

Dukungan Golkar Terhadap Jokowi, Inginkan Kadernya Tidak Menghambat APBD
Dukungan Golkar Terhadap Jokowi, Inginkan Kadernya Tidak Menghambat APBD

Zainudin Amali atau kerap dikenal sebagai Ketua DPP Partai Golkar mengatakan, alasannya untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK karena ingin menyukseskan seluruh program yang dicanangkan, baik tingkat pusat maupun daerah.

“Kebijakan mendukung pemerintah bukan hanya di tingkat pusat, tetapi di seluruh tingkatan. Apakah gubernur, bupati, wali kota dari Golkar atau tidak, Golkar tetap menyukseskannya. Seperti kejadian di DKI yang menghambat-hambat APBD, itu kan yang dirugikan rakyat. Itu tidak boleh lagi,” kata Amali saat dihubungi di Jakarta.

Apabila kejadian hal tersebut seperti di DKI Jakarta yang APBD-nya ribut antara DPRD dan Pemprov, Amali mengatakan, Golkar akan turun langsung untuk membicarakannya dengan pemerintah.

“Kalau ada yang seperti ini kita akan bicarakan dengan pemerintah. Jangan mempertontonkan kepada rakyat seolah-olah kita berantem,” kata Amali.

Anggota Komisi I DPR RI ini menjelaskan, dukungan Golkar bukan hanya kepada sosok Jokowi, melainkan kinerja dan program-program yang dijalankan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

“Ada sebagian yang belum memahami tentang dukungan itu, makanya DPP mengadakan pertemuan dengan kader Golkar di eksekutif dan legislatif di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Amali.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Optimis Golkar Menangkan Pilgub di Banten. Seperti yang di jelaskan oleh partai Golkar, Partai dengan lambang pohon beringin itu akan rebut kemenangan Wahidin-Andhika dalam Pilgub Banten pada 15 Februari 2017 mendatang. Sebab, partai berlambang pohon beringin ini menguasai lima kabupaten dan kota di Banten.

Optimis Golkar Menangkan Pilgub di Banten
Optimis Golkar Menangkan Pilgub di Banten

“Jika kita hitung di atas kertas dengan raihan Partai Golkar, baik di eksekutif, kita punya dua Wali Kota, dua Bupati dan satu Wakil Bupati. Lima daerah dari delapan ini semua pemimpin daerahnya kader Golkar,” kata Ketua DPD I Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah di Serang, Banten.

Terlebihnya, Selain itu, enam kursi pimpinan legislatif dari Golkar menduduki dari delapan kabupaten dan kota yang ada di Banten.

“Jadi ketua DPRD menduduki enam kabupaten dan kota dari delapan (daerah). Kalau melihat dan membaca baik di eksekutif dan legislatif, ini potensi yang sangat besar. Tetapi kembali, potensi ini tergantung kita. Kemenangan harus diupayakan,” tegas Ratu Tatu.

Partai Golkar bersama partai koalisi lainnya, yakni Demokrat, Hanura, Gerindra, PKB, PAN, dan Gerindra mengusung Wahidin Halim (WH)-Andhika Hazrumi (AH) atau Wahidin-Andhika.

Kedudukan untuk kursi eksekutif, Partai Golkar mendudukkan kadernya di Kota Tangsel ada Airin Rahmi Diani yang notabene bibi Andhika Hazrumi, Kabupaten Tangerang ada Zaki Iskandar, Kabupaten Serang Ratu Tatu Chasanah sebagai bibi, Kota Serang Tb Haerul Jaman sebagai paman, Kota Cilegon ada Tb Iman Ariyadi. Sedangkan untuk Wakil Bupati ada di Kabupaten Pandeglang yang diduduki oleh Tanto Warsono Arban berstatus sebagai adik ipar Andhika Hazrumi.

Partai Demokrat mendudukkan kadernya sebagai Wali Kota Tangerang yang dipimpin oleh Arief Wismansyah. Sedangkan PDIP hanya mendudukkan kadernya sebagai Wakil Bupati Lebak yakni Ade Sumardi. Sedangkan PPP yang juga mengusung Rano-Embay, mempunyai Bupati di Kabupaten Pandeglang yang diduduki Irna Narulita.

Demikian tentang Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Ziarah ke Makam Pahlawan, Tepat di Usia Golkar Ke-52. Di saat Partai Golkar berusia 52 tahun, pada perayaan ultahnya itu mereka merayakan ulang tahunnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Di tempat tersebut, seluruh pejabat Golkar menabur bunga di makam para pahlawan.

Ziarah ke Makam Pahlawan, Tepat di Usia Golkar Ke-52
Ziarah ke Makam Pahlawan, Tepat di Usia Golkar Ke-52

Seperti yang dijelaskan oleh Ketum Golkar Setnov, dalam upacara dan ziarah tersebut memiliki makna penting bagi Golkar.

“Ini mempunyai makna ulang tahun Golkar. Kita selalu mengenang para arwah pahlawan kita, kita biar selalu ingat perjuangan serta jasa-jasa para pahlawan kita,” kata Setya Novanto di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

Setnov ,emgatakan, bahwa di usia Partainya yang ke-52 tersebut bisa terus mengawal dan ikut andil membangun kemajuan bangsa. Menurut dia, dengan semangat juang para pahlawan bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi bangsa yang maju.

“Dan memohon doa restu untuk terus melanjutkan perjuangan para pahlawan kita, untuk menjadikan bangsa yang besar dan Golkar terus menjadi partai besar,” harap Novanto.

Tidak hanya itu, Akbar Tandjung atau sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar menambahkan, upacara dan ziarah dalam rangkaian acara HUT Golkar sudah menjadi tradisi yang turun temurun.

“Sudah jadi tradisi kami dengan berziarah ke makam pahlawan. Di mana kedatangan kader-kader Golkar dalam memperingati ulang tahun, memperlihatkan kepada publik yakni partai yang commited,” ujar Akbar.

Senada dengan Novanto, mantan Ketua DPR ini juga menyampaikan, pihaknya ingin mengambil hikmah dan semangat juang para pahlawan untuk berbangsa dan bernegara.

“Sekaligus tentu saja semangat atau spirit yang ditanamkan oleh para pahlawan akan diteruskan oleh Partai Golkar agar Indonesia menjadi bangsa yang adil dan makmur,” tegas Akbar.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber