Jakarta. Keputusan Golkar Dukung Jokowi Di Pilpres 2019. Seperti yang di tegaskan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, sesuai dengan doktrin karya kekaryaan, Partai Golkar adalah partai pembangunan. Novanto menilai Golkar berada di jalur yang benar berjuang bersama-sama dengan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Keputusan Golkar Dukung Jokowi Di Pilpres 2019
Keputusan Golkar Dukung Jokowi Di Pilpres 2019

“Keputusan untuk mendukung Jokowi sebagai Capres 2019 karena Golkar melihat bahwa perjuangan membangun bangsa dan kesejahteraan rakyat menjadi tujuan bersama dan sejalan dengan cita-cita Golkar,” kata Novanto dalam siaran persnya.

Novanto menyampaikan Pernyataan tersebut di saat ia menghadiri rangkaian peringatan HUT Golkar yang ke 52 di Jombang, Jawa Timur, Sabtu 28 Oktober 2016. Agendanya antara lain, lomba balap sepeda yang diikuti 250 peserta tingkat nasional dan fun bike yang diikuti 15.000 warga Jombang. “Golkar ingin masyarakat sehat. Karena dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” katanya.

“Dan itu menjadi modal dalam rangka berkarya untuk kepentingan rakyat, membangun kesejahteraan rakyat itu dimulai dari kesehatan. Sehat jiwa dan rohaninya. Dengan demikian kita dapat berpikir luas dan berkarya besar.”

Terlebihnya, Setnov mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jombang Nyono Suharli yang juga Ketua DPD Propinsi Jawa Timur, yang telah membuat acara ini begitu menarik.

Tidak hanya itu, Novanto didampingi Sekjen Idrus Marham, Bendum Robert Kardinal, Ketua Korwil Jatim Yahya Zaini, Zaenuddin Amali, Sigit Haryo Wibisono dan Nurul Arifin. Usai acara, mereka mengunjungi kantor DPD Partai Golkar yang telah direnovasi di jalan Wahid Hasyim, Jombang. Selanjutnya mereka berkeliling melihat rangkaian pameran yang digelar sepanjang alun-alun.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Konsekuensi Golkar dan Nasdem Soal RUU Pemilu. Soal amanat presiden (Ampres) dan draf Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu), DPR telah menerimanya pada Jumat, 21 Oktober 2016 lalu. Terkait dengan hal tersebut, DPR hanya memiliki waktu singkat kurang lebih enam bulan untuk merampungkannya pada April 2017 mendatang.

Konsekuensi Golkar dan Nasdem Soal RUU Pemilu
Konsekuensi Golkar dan Nasdem Soal RUU Pemilu

“Ini waktu yang lebih sedikit dibanding kurun waktu pembahasan yang sama di periode sebelumnya,” kata anggota Komisi II DPR dari fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian di Jakarta.

Hetifah menjelaskan bahwa dalam waktu yang singkat itu, DPR harus membahas beberapa isu strategis dalam RUU yang bakal menyita banyak perhatian ini. Di antaranya adalah soal penyelenggara, peserta, dan calon.

“Juga terkait penanganan pelanggaran, penyelesaian perselisihan, jenis-jenis partisipasi masyarakat, ketentuan sanksi akademik, dan sanksi pidana,” papar Hetifah.

Tidak hanya itu, Hetifah menjelaskan, konsekuensi dari beberapa isu strategis tersebut akan berpengaruh pada sejumlah hal.

Tekait dengan hal ini, sistem partai politik yang meliputi sistem rekruitmen caleg dan capres, pendanaan parpol, pemenuhan kuota caleg perempuan, sistem kampanye baik pilpres maupun pileg, kerja sama antarcalon saat kampanye.

“Kedua, sistem koalisi dalam pilpres yang akan dilakukan pra-pileg. Dan berikutnya, adakah batas ambang dalam menentukan presiden? Dalam RUU, 20 persen menggunakan pemilu 2014, apakah itu relevan, karena presidennya kan untuk 2019. dan juga terkait perubahan perilaku pemilih,” sambung dia.

Dalam proses menjalankan pengkajian RUU pemilu, Hetifah menyebut Partai Golkar siap bersama fraksi dari partai lain.

“(Partai Golkar) siap mendengar berbagai argumen dari setiap opsi yang ada dan memilih sistem yang terbaik,” ucap dia.

Putusan MK.
Sementara itu, terkait RUU Pemilu yang di antaranya mengusulkan dengan sistem terbuka terbatas, Partai Nasdem mengisyaratkan menolak usulan tersebut.

Wakil Ketua Fraksi Nasdem, Johnny G Plate menegaskan partainya berpegang pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 22-24/PUU-VI/2008 yang menyebut Pemilu harus dengan sistem proporsional terbuka.

“Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan bila lolosnya calon anggota legislatif didasarkan pada suara terbanyak,” ujar Johnny di Jakarta.

Menurut dia, sistem Pemilu 2019 ini nantinya akan menjadi bahasan serius di DPR. Namun ia mengingatkan sesengit apapun pembahasan itu nantinya tetap mengacu pada Putusan MK.

“Sistem terbuka atau tertutup akan menjadi pembahasan yang strategis namun harus terap mengacu pada keputusan MK terkait dengan nomor urut dan daftar terbuka,” jelas Johnny.

Berikut ini sistem Pemilu usulan pemerintah seperti tercantum dalam draf RUU Pemilu Pasal 138.

Pasal 138

(2) Pemilu untuk memilih memilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka terbatas

(3) Sistem proporsional terbuka terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan sistem Pemilu yang menggunakan sistem proporsional dengan daftar calon yang terbuka dan daftar nomor urut calon yang terikat berdasarkan penetapan partai politik

Mekanismenya lalu diperjelas di lampiran. Berikut penjelasan di RUU Pemilu soal Pasal 138:

Yang dimaksud dengan ‘daftar calon terbuka’ adalah daftar calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dicantumkan dalam surat suara Pemilu Anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota secara berurutan yang ditetapkan oleh partai politik.

Yang dimaksud dengan ‘daftar nomor urut calon yang terikat’ adalah daftar nomor urut calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota yang ditetapkan oleh partai politik secara berurutan yang bersifat tetap.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Partai Golkar Siak Peduli Kesehatan

DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak melakukan baksos di Kampung Berumbung Baru, Kecamatan Dayun, pada minggu (23/10). Bakti sosial tersebut berupakan fogging (pengasapan). Hal ini dilakukan sebagai wujud kepeduluan Partai Golkar terhadap kesehatan masyarakat.

Kegiatan bakti sosial ini diselenggarakan sebagai salah satu bagian dalam rangka HUT Partai Golkar ke-52. Selain itu, Indra Gunawan selaku Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak menyerahkan bantuan tanaman buah-buahan dan sembako kepada masyarakat di Kampung Berumbung Baru.

Indra Gunawan saat kegiatan bakti sosial menyatakan bahwa kader Partai Golkar ikut bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan (smart detox) masyarakat. “Kegiatan ini salah satu bukti tanggung jawab partai dan kader Golkar dalam membentuk masyarakat yang sehat,” kata Indra.

DPD II Partai Golkar langsung melakukan fogging, karena mendapat informasi bahwa saat ini ada beberapa warga di Kampung Berumbung Baru menderita DBD.

Indra mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan sebuah kepedulian dari Partai Golkar kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa, indeks pembangunan manusia (IPM) salah satu indikator pentingnya adalah kesehatan masyarakat.

“Prinsipnya, upaya menciptakan masyarakat sehat adalah urusan wajib yang harus diperjuangkan  pemerintah. Ke depan urusan wajib ini harus menjadi prioritas beriringan dengan bidang pendidikan dan infrastruktur di Kabupaten Siak,” pungkasnya.

Jakarta. Antisipasi Setya Novanto Dengan AMPG Terhadap Ancaman Generasi Muda. Penutupan Jambore Nasional Siaga Karya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) 2016, lansung di pimpin oleh Ketum Golkar Setya Novanto di EX Golf Driving Range Senayan, Jakarta. Dalam sambutannya, Novanto mengajak seluruh anggota AMPG untuk menjadi kader bela negara dan kader Golkar yang tangguh.

Antisipasi Setya Novanto Dengan AMPG Terhadap Ancaman Generasi Muda
Antisipasi Setya Novanto Dengan AMPG Terhadap Ancaman Generasi Muda

Setya Novanto mengatakan “Ancaman terhadap kelangsungan generasi muda, bahaya radikalisme, teroris, penyalahgunaan narkoba, ancaman nyata generasi muda dewasa ini, saudara harus waspada dan turut ambil bagian atasi masalah tersebut,”.

Kemuadian Ia juga membujuk para kader AMPG untuk ikut serta dalam antisipasi tantangan dan ancaman terhadap kelangsungan Golkar kapan dan di mana saja.

“Harus mampu ajak gernasi muda dengan memperjuangan Golkar. Terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan sampaikan visi dan misi Golkar, harus mau ditugaskan saat Pilkada, Pileg, dan Pilpres,” ujar Setnov.

Terlebihnya, kader Golkar Yorrys Raweyai, Robert Joppy Kardinal, Ketua Umum AMPG Fahd El Fouz A Rafiq dan kader Golkar lainya juga mengadiri acara penutupan Jambore AMPG 2016 tersebut.

Tutup Jambore AMPG, Setya Novanto Ingatkan Ancaman Generasi Muda.
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pimpin langsung penutupan Jambore Nasional Siaga Karya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) 2016, di EX Golf Driving Range Senayan, Jakarta. Kemudaian untuk penghadiran Setnov, ia mengajak seluruh anggota AMPG untuk menjadi kader bela negara dan kader Golkar yang tangguh.

“Ancaman terhadap kelangsungan generasi muda, bahaya radikalisme, teroris, penyalahgunaan narkoba, ancaman nyata generasi muda dewasa ini, saudara harus waspada dan turut ambil bagian atasi masalah tersebut,” kata Novanto.

Pria yang akrab disapa Setnov ini juga mengajak kader AMPG untuk ikut serta dalam antisipasi tantangan dan ancaman terhadap kelangsungan Golkar kapan dan di mana saja.

“Harus mampu ajak gernasi muda dengan memperjuangan Golkar. Terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan sampaikan visi dan misi Golkar, harus mau ditugaskan saat Pilkada, Pileg, dan Pilpres,” ujar Setnov.

Dalam penutupan Jambore AMPG 2016 ini dihadiri kader Golkar Yorrys Raweyai, Robert Joppy Kardinal, Ketua Umum AMPG Fahd El Fouz A Rafiq dan kader Golkar lainya.

Demikian tentang berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Untuk Bela Negara, Golkar Harapkan Kader AMPG. Tidak seperti biasanya, Ada yang berbeda pada perhelatan acara Partai Golkar kali ini. Setya Novanto atau yang kerap di anggap sebagai Ketua Umum Golkar, biasanya ia nampak serius dan formal saat menghadiri sebuah kegiatan resmi, kini justru luwes berjoget bersama ratusan kader Golkar dan Angkatan Muda Partai Golkar.

Untuk Bela Negara, Golkar Harapkan Kader AMPG
Untuk Bela Negara, Golkar Harapkan Kader AMPG

Setya Novanto menjadi pembina upacara penutupan tersebut dan Dalam Penutupan Jambore Nasional Dan Diklat Siaga Karya AMPG 2016. Rangkaian acara diisi dengan aksi yang mempertontonkan kemampuan kader AMPG.

Selanjutnya, jambore ditutup dengan menari bersama di lapangan eks Golf Driving Range, Senayan. Guyuran hujan yang cukup deras ternyata tak menyurutkan semangat para kader untuk bergembira bersama, menari di bawah iringan lagu Gemu Fa Mi Re dari Nusa Tenggara Timur.

“AMPG akan jadi kader bela negara dan kader Golkar yang tangguh,” kata Novanto di lapangan eks Golf Driving Range, Jakarta, Minggu, 23 Oktober 2016.

Sebagai harapan, Novanto menginginkan kader AMPG bisa turut ambil bagian melakukan pencegahan, terhadap beragam ancaman pada generasi muda, seperti bahaya radikalisme, terorisme, dan penyalahgunaan narkoba.

“Saudara-saudara harus waspada dan turut ambil bagian mengatasi masalah tersebut. Paling tidak melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Demikian berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Keyakinan Golkar Untuk Ahok Menang di Pilkada DKI 2017. Keyakinan tersebut di sampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi. ia mengatakan bahwa yakin bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menang di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Keyakinan Golkar Untuk Ahok Menang di Pilkada DKI 2017
Keyakinan Golkar Untuk Ahok Menang di Pilkada DKI 2017

Namun, sempat ‘dihajar’ isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA), namun menurut dia, hal tersebut bukan menjadi penghalang karena Ahok pemimpin yang diinginkan warga Jakarta.

“Warga Jakarta sudah bicara tentang kota yang modern. Tentang fasilitas yang modern dan sesuai standar megapolitan. Jadi saya yakin betul Februari 2017 warga akan memilih yang mana yang bisa menghadirkan konsep kota modern,” kata Fayakhun di Senayan, Jakarta.

“Karena ini masyarakat global kira semua sudah lihat kota-kota lain,” imbuh Fayakhun disampaikan.

Anggota Komisi I DPR I berujar, warga Ibu Kota lebih menginginkan Jakarta benar-benar menjadi kota modern seperti kota-kota besar negara tetangga.

“Kita sudah melihat kota terdekat Singapura, kita bisa melihat Tokyo. Kita sudah bisa melihat kota Sydney. Jadi sebenarnya kita tahu Jakarta ini mau ke mana,” ujar Fayakhun.

Fayakhun mengatakan, ada perbedaan tentang pemilih di Jakarta dengan para elite politik yang kerap menyerang Ahok, baik itu soal kasus SARA maupun soal kebijakan-kebijakan Ahok selama ini.

“Jadi menurut saya logika voters berbeda dengan logika elit, kalau logika voters mereka sudah mendambakan itu. Mereka ingin Jakarta menjadi kota megapolitan yang standarnya dunia,” ujar Fayakhun.

Demikian berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Dukungan Golkar Terhadap Jokowi, Inginkan Kadernya Tidak Menghambat APBD. Dukungan penuh partai Golkar terhadap Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, di hitung dari tingkat pusat hingga daerah. Terlebihnya, DPP Golkar menginstruksikan seluruh kader di legislatif daerah untuk tidak menghambat pembahasan APBD.

Dukungan Golkar Terhadap Jokowi, Inginkan Kadernya Tidak Menghambat APBD
Dukungan Golkar Terhadap Jokowi, Inginkan Kadernya Tidak Menghambat APBD

Zainudin Amali atau kerap dikenal sebagai Ketua DPP Partai Golkar mengatakan, alasannya untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK karena ingin menyukseskan seluruh program yang dicanangkan, baik tingkat pusat maupun daerah.

“Kebijakan mendukung pemerintah bukan hanya di tingkat pusat, tetapi di seluruh tingkatan. Apakah gubernur, bupati, wali kota dari Golkar atau tidak, Golkar tetap menyukseskannya. Seperti kejadian di DKI yang menghambat-hambat APBD, itu kan yang dirugikan rakyat. Itu tidak boleh lagi,” kata Amali saat dihubungi di Jakarta.

Apabila kejadian hal tersebut seperti di DKI Jakarta yang APBD-nya ribut antara DPRD dan Pemprov, Amali mengatakan, Golkar akan turun langsung untuk membicarakannya dengan pemerintah.

“Kalau ada yang seperti ini kita akan bicarakan dengan pemerintah. Jangan mempertontonkan kepada rakyat seolah-olah kita berantem,” kata Amali.

Anggota Komisi I DPR RI ini menjelaskan, dukungan Golkar bukan hanya kepada sosok Jokowi, melainkan kinerja dan program-program yang dijalankan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

“Ada sebagian yang belum memahami tentang dukungan itu, makanya DPP mengadakan pertemuan dengan kader Golkar di eksekutif dan legislatif di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Amali.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber