Jakarta. Tingkatkan UMKM, Golkar Kejar Hasil Suara Di 2019. Untuk mendorong kebijakan pemerintah, Golkar Mengadakan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). Dalam hal tersebut, agar Golkar dapat lebih proaktif terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tingkatkan UMKM, Golkar Kejar Hasil Suara Di 2019
Tingkatkan UMKM, Golkar Kejar Hasil Suara Di 2019

Seperti yang dijelaskan oleh Ketum Golkar, Setya Novanto atau Setnov, GKN merupakan upaya Partai Golkar menggalang dan membangun jiwa kewirausahaan masyarakat di seluruh Tanah Air. Terlebihnya, maksud dari GKN tersebut adalah untuk mendukung program pemerintah dalam mengentaskan rakyat dari kemiskinan.

“Dalam kondisi ekonomi seperti saat ini, koperasi dan UMKM perlu diangkat,” kata Novanto di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Setya Novanto melanjutakn, Bahwa dalam rangka menggenjot wirausaha-wirausaha baru, Partai Golkar berharap program GKN ini menjadi solusi bagi masyarakat yang mau menjadi wirausaha-wirausaha baru.

“Dalam hal UMKM, Indonesia jauh tertinggal dengan negara tetangga. Kita harus mengejar ketertinggalan,” kata Novanto.

Sementara itu, Ketua bidang Koperasi, Wirausaha dan UKM DPP Partai Golkar, Idris Laena mengatakan, peluncuran GKN merupakan bagian dari konsolidasi partai pasca Munaslub yang digelar Mei 2016. Di bawah kepemimpinan Novanto, kata Idris, Golkar ingin mengejar ketertinggalan dalam perolehan suara.

“Partai Golkar berjuang meningkatkan jumlah suara yang akan diraih pada Pemilu 2019 mendatang. Salah satu sektor yang disasar adalah sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Idris.

Demikian Berita Golkar hari ini

Sumber

Jakarta. Upaya AMPG Calonkan Pemimpin Muda Melalui Sekolah Politik. Melalui sekolah politik, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) berupaya untuk mencetak kader calon pemimpin muda.

Upaya AMPG Calonkan Pemimpin Muda Melalui Sekolah Politik
Upaya AMPG Calonkan Pemimpin Muda Melalui Sekolah Politik

Terlebihnya, Sekolah politik akan dibangun untuk melatih para calon pemimpin kepala daerah yang berasal dari Partai Golkar.

Seperti yang dikatakan oleh Fahd El Fouz Arafiq atau yang biasa dikenal sebagai Ketua Umum AMPG, sekolah politik merupakan terjemahan program DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto yang sedang membidik kader-kader muda.

TIdak hanya itu, Fadh menginginkan pengkaderan calon pemimpin muda sebagai bagian penting bagi calon pemimpin baik tingkat lokal maupun nasional. Bagi dia, pengkaderan calon pemimpin kuda harus dikerjakan serius sejak dini.

“Kalau tidak mencetak kader-kader berkualitas, Golkar akan semakin ditinggal zaman,” kata Fahd melalui keterangan tertulis.

Untuk yang dijadikan sasaran sebagai sekolah politik adalah para calon kepala daerah dari Partai Golkar. Menurut Fahd, kepala daerah harus memiliki kemampuan menata pemerintahan yang baik dan menjawab tantangan zaman.

Oleh karena itu, kata Fahd sekolah politik yang akan dipimpin Eka Sastra sebagai rektor ini juga wajib diikuti oleh para calon kepala daerah dari Partai Golkar. Fahd berharap, melalui sekolah ini lahir calon-calon pemimpin muda dari Partai Golkar. “Golkar ingin siapkan kader sebaik mungkin,” ujar Fadh.

Demikian Berita Golkar Hari ini.

Sumber

Jakarta. Jelas Novanto Soal Elektabilitas Golkar. Seperti yang dijelaskan oleh Ketum Golkar, Setya Novanto Atau yang kerap di kenal Setnov. Ia mengatakan, elektabilitas Partai Golkar semakin merangkak naik dan kini sudah di posisi 16 persen.

Jelas Novanto Soal Elektabilitas Golkar
Jelas Novanto Soal Elektabilitas Golkar

Terkait dengan hal tersebut, akan membuat banyak kepala daerah yang mau maju lagi dalam pilkada berbondong-bondong kembali merapat ke Golkar.

“Sebelum saya terpilih jadi ketua umum, elektabilitas Partai Golkar cukup terpuruk. Sekarang dengan adanya kekuatan bersama, banyak bupati berbondong-bondong ingin diusung Golkar,” kata Novanto melalui keterangan pers di Jakarta.

Hal lain yang dijelaskan oleh Setnov adalah dengan elektabilitas Golkar sudah 16 persen, artinya kepercayaan masyarakat kepada Golkar sudah kembali. Mengenai dukungan kepada pemerintah, dia mengatakan, Golkar mendukung karena visi Nawacita sejalan dengan visi 2045 Golkar.

“Kita mendukung Pemerintahan Jokowi karena visi Nawacita itu senafas dan sejalan dengan visi 2045 Partai Golkar. Elektabilitas Pak Jokowi sudah 78% dan kiprahnya sangat dirasakan rakyat. Gebrakannya luar biasa dan kami akan mendukung Presiden Jokowi agar terpilih kembali,” tandasnya.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Keinginan Golkar Untuk Memenangkan Seluruh Momentum Politik. Seperti yang diketahu, kemenangan seluruh momentum politik yang berpuncak pada Pemilu 2019, Golkar dapat terus bisa berkarya di negara ini.

Keinginan Golkar Untuk Memenangkan Seluruh Momentum Politik
Keinginan Golkar Untuk Memenangkan Seluruh Momentum Politik

“Tetapi untuk memenangkan momentum politik, prasyarat utamanya adalah internal Partai Golkar harus solid dan kemudian tampil sebagai pelopor pembangunan bangsa,” kata Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) di Jakarta.

Setnov menjelaskan lagi, bahwa bangsa Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Masalah dalam negeri cukup kompleks, seperti kesenjangan sosial ekonomi, pemerataan pembangunan, konflik sosial, narkoba dan dalam konteks global bangsa ini menghadapi masalah lemahnya daya saing bangsa.

“Partai Golkar harus mampu secara konsisten berperan sebagai pelopor pembangunan bangsa. Sesuai dengan doktrin kekaryaan, Partai Golkar harus mampu berikhtiar dalam pembangunan untuk mensejahterakan rakyat,” ujar Setnov.

Setnov juga menjelaskan, Bahwa Golkar bersikap kembali untuk mendukung program pemerintah seperti yang diutarakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pidato Kenegaraan Dalam Rangka HUT Ke- 71 Kemerdekaan RI di depan sidang bersama DPR dan DPD RI pada 16 Agustus 2016.

Saat itu, Presiden Joko Widodo menegaskan agar Bangsa Indonesia harus bangkit dan bersama-sama menitikberatkan pembangunan pada sikap produktif dan menghindari sikap konsumtif.

“Presiden juga menegaskan bahwa titik berat pembangunan tidak hanya bersifat jawasentris, tapi membangun dalam perspektif Indonesia sentris,” tandasnya.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber

Jakarta. Tekat Golkar Untuk Satu Juta kader di Pemilu 2019. Seperti yang di ketahui, Partai Golkar berambisi mencetak satu juta kader selama tiga tahun ke depan. Partai Golkar mengambil Langkah tersebut untuk menang pada Pemilu 2019.

Tekat Golkar Untuk Satu Juta kader di Pemilu 2019
Tekat Golkar Untuk Satu Juta kader di Pemilu 2019

“Kita punya waktu tiga tahun untuk cetak satu juta kader,” kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto melalui keterangan tertulis.

Setya Novanto atau yang biasa di panggil Setnov menjelaskan para kader tersebut terutama dipersiapkan untuk menjadi saksi pemilu. Alasannya, saksi menjadi titik krusial dalam upaya memenangkan pemilu.

“Mereka akan mengkawal suara di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kita siapkan dari sekarang,” kata Setnov.

Setnov menambahkan lagi, bahwa dalam waktu dekat, Golkar akan menyiapkan Jambore Nasional. Kegiatan itu terutama diperuntukan bagi kaum muda dalam persiapan pemilu.

Dalam rangka menggandeng kaum muda, Novanto meminta Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) agar berjuang di garda terdepan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar.

“AMPG harus masuk semua ke lapisan anak muda untuk kebesaran Golkar,” kata Novanto saat melantik para pengurus DPP AMPG 2016-2019

Sementara itu, Ketua Umum AMPG Fahd A Rafiq mengatakan telah melakukan sejumlah kegiatan untuk konsolidasi organisasi. “Kami akan terus bekerja untuk kebangkitan Golkar,” Ujarnya.

Demikian Berita Golkar Hari ini.

Sumber

Jakarta. AMPG, Ikuti Acara Konsolidasi Nasional. AMPG atau Angkatan Muda Partai Golkar, Ratusan kader AMPG tersebut mengikuti acara Konsolidasi Nasional selama dua hari 7-9 Agustus 2016.

Kegiatan tersebut digelar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat beragendakan Rapat Pimpinan Nasional I AMPG (Rapimnas I AMPG).

AMPG, Ikuti Acara Konsolidasi Nasional
AMPG, Ikuti Acara Konsolidasi Nasional

Acara Tersebut bertema Konsolidasi dan Soliditas AMPG ini merupakan bagian sebagai instrumen strategis pemenangan dan pengkaderan Partai Golkar. Pada acara itu juga dilakukan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat AMPG yang dipimpin Fahd El Fouz A Rafiq.

Ketua Umum AMPG Fahd El Fouz A Rafiq, Saat menyampaikan pidato sambutan pembukaan di hari pertama Rapimnas, ia menjelaskan organisasi akan mengonsolidasikan kepemudaan secara nasional.

“AMPG bertekad tampil di garda terdepan untuk menggalang konsolidasi nasional dan sekaligus menghimpun seluruh basis serta kader Golkar di seluruh Indonesia guna menghadapi pemilu 2019,” kata Fahd El Fouz A Rafiq di Jakarta, Minggu, 7 Agustus 2016.

Rapimnas AMPG yang dirangkaikan oleh pelantikan Dewan Pengurus Pusat AMPG akan dihadiri Ketua Umum Partai DPP Golkar Setya Novanto dan para petinggi Partai Golkar, sesepuh Golkar, dan pengurus DPP Partai Golkar pada Senin 8 Agustus 2016.

Menurut Fahd El Fouz A Rafiq, Rapimnas AMPG kali ini merupakan manifestasi dari semangat solidaritas dan rekonsiliasi pasca konflik Golkar.

“Kami ingin menyatukan seluruh kekuatan dan potensi yang tersedia secara maksimal untuk bergerak ke depan dalam satu barisan dan spirit perjuangan yang searah dengan visi politik Partai Golkar,” tegas Fahd.

Demikian Berita Golkar hari ini.

Sumber